KOTAWARINGIN TIMUR – Damang Kepala Adat (DKA) Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, TMG Leger Toegal Kunum menyampaikan ungkapan turut prihatin atas musibah yang terjadi di PT Asmin Bara Bronang (ABB).
Damang Kepala Adat Tualan Hulu ini pun mengharapkan agar insiden dan musibah terhadap masyarakat adat yang saat itu, lagi melaksanakan aksi dalam membela hak masyarakat tidak terulang kembali di kemudian hari.
“Turut prihatin dan ini saya harapkan untuk terakhir kalinya terjadi terhadap masyarakat adat dayak di Kalimantan Tengah, khususnya,” kata Leger. Selasa (10/3/26)).
TMG Leger Toegal Kunum, merupakan keturunan ke empat Temenggung Singam ini, menekan kan kepada pihak aparat keamanan khususnya kepolisian agar ke depannya bisa bertindak lebih humanis dalam menanggani perkara konflik vertikal yang melibatkan masyarakat.
Tugas kepolisian dalam konflik agraria antara masyarakat dan perusahaan difokuskan pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum (Kamtibmas), serta penegakan hukum yang berkeadilan dengan mengutamakan pendekatan persuasif, dialog, dan mediasi.
Polisi berperan mencegah eskalasi kekerasan, melindungi hak asasi manusia, dan seharusnya memposisikan penegakan hukum pidana sebagai langkah terakhir (ultimum remedium).
Dalam perlindungan HAM, menghindari penggunaan kekuatan berlebihan (excessive force), intimidasi, dan kriminalisasi terhadap masyarakat yang mempertahankan ruang hidupnya.
“Dengan terjadinya korban luka-luka di kedua belah pihak, menjadi momok tidak baik untuk kedepannya bagi masyarakat di bumi Tambun Bungai,” sebutnya.
Leger menyampaikan kembali, dengan telah terjadinya peristwa di areal lokasi jalan Hauling Sekmen 3 batubara PT. ABB desa Bronang Kecamatan Kapuas Tengah, Kapuas, Kalimantan Tengah beberapa waktu.
Agar dalam peristwa ini menjadi suatu pelajaran bagi kita semua dalam menjaga Kondusitifitas dan Kamtibmas. Masyarakat adat dalam amadement Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diakui sebagai bagian dalam tatanan hukum di Republik ini.
“Pada kesemparan ini saya sebagai Damang Kepala Adat Tualan Hulu, menyampaikan turut prihatin dan mengharapkan hal ini untuk tidak terulang lagi di kemudian hari,” kata TMG Leger Toegal Kunum.(//)




