Kejati Kalteng Diultimatum, Aksi Unjuk Rasa SEMMI Tuntut Dana Pokir DPRD Diusut Tuntas

oleh -19 Dilihat

PALANGKA RAYA – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalteng, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kalteng). Senin (30/3/2026).

Sempat memanas dan terjadi kericuhan, aksi masa unjuk rasa menekankan agar segera diusut dan transparansi dalam penyidikan.

Afan Safrian, ketua SEMMI Kalteng mengatakan, aksi tersebut merupakan tindak lanjut atas dugaan penyelewengan dana pokok pikiran (pokir) DPRD yang ramai diperbincangkan di publik.

 “Ada persoalan serius terkait dana pokir yang selama ini tidak transparan,” ujarnya.

Pihaknya melihat ketidak transparan ini, masyarakat tidak tahu peruntukannya untuk apa, lanjutnya.

Organisasi SEMMI ini tidak hanya membidik oknum tertentu. Mereka juga menghendaki audit menyeluruh terhadap seluruh mekanisme penggunaan dana anggaran pokir.

 “Harus diperiksa semuanya, dari mana usulan pokir itu berasal dan digunakan untuk apa. Kalau bisa dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat,” ucap koordinator aksi.

Tidak main-main, SEMMI memberikan ultimatum kepada Kejaksaan Tinggi Kalteng. Mereka meminta agar dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam, pihak DPRD dan instansi terkait dipanggil untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Ditegaskannya kembali, menuntut agar seluruh penggunaan dana pokir diperiksa secara menyeluruh, tidak hanya menyasar oknum tertentu.

“Harus diperiksa semuanya, dari mana usulan pokir itu berasal dan digunakan untuk apa. Kalau bisa dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

“Kami tunggu dalam 3×24 jam agar pihak kejaksaan memanggil DPR dan pihak terkait untuk klarifikasi. Jika tidak ada perkembangan, kami akan kembali menggelar aksi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Kejati Kalteng, Arip Zahrulyani, menyampaikan pihaknya telah menerima informasi, namun belum ada penanganan resmi.

“Jaksa bekerja berdasarkan alat bukti yang cukup dan harus profesional serta netral. Kami juga berterima kasih atas informasi dari mahasiswa,” ungkapnya.

Aksi tersebut turut diwarnai dorong-dorongan antara massa dan staf kejaksaan sebelum akhirnya situasi kembali kondusif setelah diamankan aparat. (Red).