JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui gaya kepemimpinannya yang terlalu detail dalam mengawasi kinerja kabinet. Ia bahkan secara terbuka meminta maaf kepada para menteri karena kerap melakukan intervensi hingga ke hal-hal teknis.
Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah forum internasional, di mana ia menyoroti kebiasaannya yang sering menghubungi para menteri di luar jam kerja, termasuk pada dini hari.
“Saya harus minta maaf kepada tim saya. Saya terlalu sering mencampuri hal-hal kecil,” ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan, tidak jarang dirinya menghubungi menteri pada pukul 02.00 hingga 05.00 pagi hanya untuk memastikan berbagai kebijakan berjalan sesuai rencana, termasuk memantau harga kebutuhan pokok di lapangan.
Menteri Kelelahan, Jadi Bahan Evaluasi
Prabowo menyadari bahwa pendekatan tersebut membawa dampak serius. Ia menerima laporan bahwa sejumlah pejabat mengalami kelelahan akibat tekanan kerja yang tinggi.
Bahkan, ada di antara mereka yang disebut harus menjalani perawatan karena kondisi fisik yang menurun.
Hal ini kemudian menjadi refleksi bagi Prabowo untuk mengevaluasi gaya kepemimpinannya agar lebih seimbang antara pengawasan dan kepercayaan terhadap para pembantunya.
Soroti Pentingnya Kepercayaan dalam Tim
Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal kontrol penuh, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan dalam tim kerja.
Ia mengakui bahwa terlalu banyak intervensi justru dapat menghambat efektivitas kerja dan menurunkan kinerja organisasi.
Ke depan, Prabowo mengisyaratkan akan mulai mengurangi pola micromanagement dan memberikan ruang lebih luas kepada para menteri untuk menjalankan tugasnya secara mandiri.
Sinyal Perubahan Gaya Kepemimpinan
Pernyataan ini dinilai sebagai sinyal adanya perubahan pendekatan dalam kepemimpinan pemerintahan saat ini. Evaluasi internal menjadi penting guna menjaga stabilitas kerja kabinet sekaligus memastikan program-program pemerintah tetap berjalan optimal.
Langkah reflektif ini juga menunjukkan upaya Presiden untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di lingkup pemerintahan.






