PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui berbagai program konkret. Salah satunya melalui peresmian Kantin “Wanita Berdaya” yang diharapkan menjadi ruang produktif bagi perempuan untuk mengembangkan usaha mandiri.
Peresmian dilakukan oleh Leonard S. Ampung di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (31/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong penguatan peran perempuan dalam sektor ekonomi, sekaligus menciptakan peluang usaha baru di tingkat lokal.
Wadah Produktif Perempuan
Leonard menegaskan bahwa keberadaan Kantin “Wanita Berdaya” bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi menjadi simbol nyata pemberdayaan perempuan di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga maupun daerah, sehingga perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang.

“Kantin ini diharapkan menjadi wadah produktif bagi perempuan untuk berkarya, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Melalui program ini, para pelaku usaha perempuan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas jaringan usaha.

Dorong Inovasi dan Daya Saing Produk
Kehadiran kantin tersebut juga menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas, khususnya dalam bidang kuliner.
Selain membuka peluang usaha, program ini mendorong lahirnya produk-produk yang lebih inovatif dan memiliki daya saing di pasar.
Pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hal ini dinilai penting agar program pemberdayaan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Lokal
Kantin “Wanita Berdaya” juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi perempuan di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat sekitar.
Dengan semakin banyaknya pelaku usaha perempuan, perputaran ekonomi lokal diharapkan semakin meningkat dan inklusif.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis komunitas, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.
“Keberadaan kantin ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru,” kata Leonard.
Komitmen Perluasan Program
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan serupa agar dapat menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah.
Evaluasi dan pengembangan program akan terus dilakukan guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.





