, ,

Tiang Telkom Roboh Diseret Truk ODOL di Kapuas, Lalu Lintas Lumpuh—Pengawasan Dipertanyakan

oleh

KAPUAS — Insiden tumbangnya sejumlah tiang telekomunikasi di Kabupaten Kapuas, Jumat (3/4/2026), membuka kembali borok lama: lemahnya pengawasan kendaraan over dimension over load (ODOL) di jalan raya.

Peristiwa itu terjadi saat truk pengangkut alat berat melintas dan menyangkut kabel jaringan, hingga menyeret tiang-tiang Telkom dan membuatnya roboh. Akibatnya, tiang melintang di badan jalan dan kabel menjuntai rendah, membahayakan pengguna jalan serta memicu kemacetan.

Arus lalu lintas sempat tersendat. Pengendara dipaksa melambat, bahkan berhenti, untuk menghindari kabel yang berpotensi mencelakai.

Kelalaian yang Berulang

Kasat Lantas Polres Kapuas, AKP Sugeng Riyadi, mengakui kendaraan dengan muatan tinggi masih menjadi persoalan serius di lapangan.

banner 336x280

“Truk dengan dimensi tinggi memang rawan menyangkut jaringan kabel. Ini yang terus kami lakukan penertiban,” ujarnya.

Namun pernyataan ini justru menegaskan satu hal: persoalan tersebut bukan baru, dan terus berulang tanpa solusi tuntas.

banner 336x280

Jika kendaraan dengan muatan besar masih bebas melintas tanpa pengawasan ketat, maka insiden serupa hanya tinggal menunggu waktu.

Infrastruktur Rentan, Sistem Dipertanyakan

Kepala Dinas Perhubungan Kapuas, Teras, menilai insiden ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama terkait pengawasan di jalan.

“Kami akan evaluasi pengawasan kendaraan angkutan, khususnya yang membawa alat berat agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Namun evaluasi kerap menjadi jawaban normatif. Di lapangan, pengawasan ODOL masih lemah, sementara risiko terus mengintai.

Dampak Berantai: Dari Jalan hingga Komunikasi

Tumbangnya tiang Telkom tidak hanya berdampak pada kemacetan, tetapi juga berpotensi mengganggu jaringan komunikasi masyarakat. Dalam kondisi saat ini, gangguan telekomunikasi bukan sekadar ketidaknyamanan—tetapi bisa menghambat aktivitas ekonomi hingga layanan darurat.

Insiden ini memperlihatkan rapuhnya infrastruktur publik ketika berhadapan dengan kelalaian di jalan raya.

Negara Hadir atau Sekadar Reaktif?

Petugas akhirnya melakukan evakuasi terhadap tiang dan kabel yang roboh. Namun penanganan seperti ini selalu bersifat reaktif—datang setelah kerusakan terjadi.

Pertanyaan besarnya: sampai kapan pengawasan kendaraan besar hanya dilakukan setelah insiden terjadi?

Jika tidak ada penertiban serius terhadap kendaraan ODOL, maka kejadian serupa bukan sekadar kemungkinan—melainkan kepastian yang terus berulang.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.