Tri Hari Suci Paskah, Momentum Meneguhkan Nilai Pengorbanan dan Kemanusiaan

oleh

PALANGKA RAYA, — Perayaan Tri Hari Suci Paskah kembali menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk merefleksikan makna pengorbanan, pelayanan, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian yang dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah tidak hanya dipahami sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai ajakan untuk meneguhkan kembali komitmen iman dalam relasi sosial.

Vikaris Jenderal Keuskupan Palangka Raya, Romo Silvanus Subandi, mengatakan bahwa Jumat Agung menjadi pusat permenungan atas pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Menurut dia, peristiwa tersebut mengandung pesan tentang kasih yang melampaui batas, sekaligus menjadi dasar bagi umat untuk membangun sikap empati terhadap sesama.

“Pengorbanan Kristus mengajarkan tentang kasih yang tidak bersyarat, sekaligus mengajak umat untuk hadir bagi sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

banner 336x280

Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Tengah, Sandra Mariyus Adipa, menambahkan bahwa nilai pelayanan tercermin dalam perayaan Kamis Putih, khususnya melalui tradisi pembasuhan kaki.

Ia menjelaskan, simbol tersebut mengandung makna kesetaraan dan kerendahan hati, di mana setiap individu dipandang setara tanpa membedakan latar belakang sosial.

banner 336x280

“Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya melayani tanpa melihat status, karena pada dasarnya semua manusia memiliki martabat yang sama,” katanya.

Relevansi di Tengah Tantangan Sosial

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Hari Suci dinilai tetap relevan. Sikap saling peduli, empati, dan kesediaan berkorban menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Perayaan ini juga menjadi pengingat bahwa praktik keagamaan tidak berhenti pada ritual, melainkan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Refleksi Iman dan Tanggung Jawab Sosial

Melalui Tri Hari Suci, umat diajak untuk tidak hanya memperdalam relasi spiritual, tetapi juga memperkuat tanggung jawab sosial. Nilai pengorbanan Kristus diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan.

Dengan demikian, Paskah tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan iman, tetapi juga sebagai panggilan untuk menghadirkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.