Kristianto D. Tunjang: Tokoh Muda Dayak di Garda Depan Pelestari Kearifan Lokal Kalimantan Tengah

oleh

PALANGKA RAYA – Sebagai salah satu tokoh muda Dayak di Kalimantan Tengah, Kristianto D. Tunjang atau yang akrab disapa Deden, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan memperjuangkan kearifan lokal budaya Dayak.

Selaku Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Betang Mandau Talawang (BMT) Kalteng, Deden memimpin gerak langkah organisasi untuk berakar pada falsafah Huma Betang—simbol kerukunan, persatuan, dan musyawarah masyarakat Kalimantan Tengah.

Mengawal Budaya di Era Modernisasi

Di tengah gempuran modernisasi, Kristianto menyadari pentingnya peran pemuda untuk memastikan budaya Dayak tidak hilang ditelan zaman.

Di bawah kepemimpinannya, BMT Kalteng aktif berperan menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus menjadi benteng pertahanan adat dan budaya.

banner 336x280

“Kami di BMT Kalteng berkomitmen untuk tidak hanya menjadi organisasi, tetapi menjadi penjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur. Mandau dan Talawang bukan sekadar simbol, tapi representasi keberanian dalam membela kebenaran dan pelestarian adat,” ujar Kristianto dalam berbagai kesempatan.

Ketegasan dalam Falsafah Betang

banner 336x280

Sebagai Ketua BMT, Kristianto D. Tunjang dikenal tegas dalam menyikapi isu-isu sosial dan adat. Ia sering menekankan agar masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya generasi muda, tidak melupakan pentingnya musyawarah (huma betang) dalam penyelesaian masalah.

Selain itu, ia juga vokal dalam mendesak perlindungan terhadap tokoh adat dan hak-hak masyarakat lokal di wilayah Kalimantan Tengah.

Ormas BMT sebagai Garda Terdepan Kondusivitas

Kristianto membawa BMT Kalteng untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan paguyuban. Ia menegaskan bahwa ormas Dayak berkewajiban menciptakan keamanan, kenyamanan, dan solidaritas, terutama pada momen penting seperti pilkada, perayaan hari besar keagamaan, serta penanganan sengketa adat.

“Solidaritas antarwarga adalah kunci. Kita ingin Kalteng tetap aman, budaya tetap lestari, dan masyarakat Dayak menjadi tuan rumah yang cerdas di tanahnya sendiri,” tambahnya.

Harapan untuk Generasi Muda Dayak

Melalui perannya di BMT Kalteng, Kristianto D. Tunjang terus memotivasi pemuda Dayak agar bangga dengan identitas budaya, mempelajari adat istiadat, dan mengaplikasikan prinsip gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah yang diambil Kristianto mencerminkan keseimbangan antara ketegasan menjaga adat dan semangat kolaborasi untuk membangun Kalimantan Tengah yang lebih bermartabat. (Red/)

banner 336x280