KATINGAN– Upacara Tiwah untuk Alm. Tue Bahat di Desa Mirah Kalanaman, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat handep (gotong royong), meski dilaksanakan di tengah kepungan banjir akibat luapan Sungai Kalanaman, 1-4 April 2026.
Kegiatan adat yang bertujuan mengantarkan arwah leluhur menuju Lewu Tatau ini tetap berjalan lancar berkat dedikasi keluarga besar dan warga setempat.
Salah satu sorotan utama dalam prosesi ini adalah sumbangsih handep (gotong royong) dari Bapak Samsudin Ekeng, yang mempersembahkan 1 ekor kerbau. Secara keseluruhan, keluarga besar almarhum melaksanakan kurban adat berupa 2 ekor sapi dan 2 ekor kerbau.
Puncak acara ditandai dengan penombakan hewan kurban di sapundu (patung kayu ulin) yang dilakukan oleh ahli waris, di mana hewan-hewan tersebut diyakini akan mengiringi perjalanan arwah.
Meskipun air luapan sungai menggenangi area sekitar, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk bergotong royong menyiapkan jamuan dan menyelesaikan seluruh tahapan adat, menunjukkan teguhnya persatuan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur di Katingan. (Red)





