Bundaran Simpang 5 Lungkuh Layang Ditata 2027, Pemkab Kapuas Bidik Perbaikan Lalu Lintas dan Ekonomi Kawasan

oleh
Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno melakukan pengecekan infrastruktur di Kecamatan Timpah

KUALA KAPUAS,  — Pemerintah Kabupaten Kapuas memastikan penataan Bundaran Simpang 5 Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah, akan mulai direalisasikan pada 2027. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi atas persoalan lalu lintas sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan ekonomi baru di wilayah hulu.

Bupati Kapuas, HM Wiyatno, menegaskan bahwa penataan bundaran tersebut menjadi bagian dari strategi besar penataan kawasan Timpah yang selama ini belum tertata optimal.

“Bundaran ini bukan hanya untuk memperlancar lalu lintas, tetapi juga mendukung penataan kawasan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Simpang 5 Lungkuh Layang merupakan titik pertemuan sejumlah jalur penting lintas daerah. Arus kendaraan dari Barito Selatan, Barito Timur, Muara Teweh, hingga Kalimantan Selatan melintasi kawasan tersebut, sehingga kerap terjadi kepadatan lalu lintas.

Kondisi itu diperparah dengan tingginya risiko kecelakaan akibat pertemuan arus dari berbagai arah tanpa penataan yang memadai. Karena itu, pembangunan bundaran dinilai mendesak untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

banner 336x280

Selain aspek lalu lintas, pemerintah daerah juga melihat potensi ekonomi di kawasan tersebut. Penataan bundaran diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan pusat aktivitas ekonomi baru, termasuk bagi pelaku usaha mikro dan perdagangan lokal.

“Dengan penataan yang baik, kawasan ini bisa berkembang lebih tertib dan aktivitas ekonomi masyarakat akan lebih terarah,” kata Wiyatno.

banner 336x280

Rencana pembangunan bundaran ini juga telah masuk dalam program prioritas daerah dan akan diselaraskan dengan perencanaan pembangunan jangka menengah. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat memberikan dampak langsung terhadap konektivitas wilayah serta pemerataan pembangunan.

Sebelumnya, jajaran pemerintah daerah telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi di Desa Lungkuh Layang. Titik tersebut dinilai strategis karena menjadi simpul penghubung menuju Kapuas Tengah, Pujon, hingga wilayah Buntok.

Penataan tidak hanya difokuskan pada pembangunan bundaran, tetapi juga mencakup pengaturan kawasan agar lebih tertib, aman, dan representatif sebagai wajah baru Kecamatan Timpah.

Sorotan:
Proyek Bundaran Simpang 5 Lungkuh Layang menjadi ujian konkret bagi komitmen Pemkab Kapuas dalam membenahi infrastruktur dasar di wilayah hulu. Jika terealisasi tepat waktu, kawasan ini berpotensi berubah dari titik rawan kemacetan menjadi simpul strategis pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Tengah.

banner 336x280