PALANGKA RAYA – Narasi pertumbuhan ekonomi di Palangka Raya mulai diuji. Di balik angka yang diklaim positif, realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya: lapangan kerja masih seret.
DPRD Palangka Raya menilai kondisi ini bukan sekadar ketimpangan biasa, melainkan sinyal ada yang tidak beres dalam arah pembangunan ekonomi daerah.
“Kalau ekonomi benar tumbuh sehat, serapan tenaga kerja harusnya ikut naik. Faktanya di lapangan belum terlihat,” tegas salah satu anggota DPRD.
Pertumbuhan Tanpa Dampak Nyata
DPRD melihat indikasi kuat bahwa pertumbuhan ekonomi belum menyentuh masyarakat luas. Aktivitas ekonomi memang bergerak, tetapi manfaatnya dinilai tidak mengalir ke bawah.
“Jangan sampai pertumbuhan hanya jadi angka di atas kertas, sementara masyarakat tetap kesulitan mencari kerja,” kritiknya.
Investasi Disorot: Rakyat Hanya Penonton?
Sorotan tajam juga diarahkan pada investasi yang masuk ke daerah. DPRD mempertanyakan apakah investasi tersebut benar-benar berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
“Investasi harus berdampak langsung. Jangan sampai besar di angka, tapi minim serapan tenaga kerja,” ujarnya.
Jika investasi lebih banyak bersifat padat modal, maka dampaknya terhadap masyarakat akan sangat terbatas.
Jurang Data dan Realita Makin Terbuka
Kesenjangan antara data ekonomi dan kondisi riil masyarakat dinilai semakin jelas. Di satu sisi ekonomi disebut tumbuh, namun di sisi lain warga masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Ini yang harus dijawab pemerintah, kenapa pertumbuhan tidak dirasakan secara merata,” kata anggota dewan itu.
Ancaman Sosial Mengintai
DPRD mengingatkan, minimnya lapangan kerja tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu masalah sosial.
“Kalau tidak segera diatasi, ini bisa berdampak pada daya beli dan stabilitas sosial masyarakat,” ujarnya.
Desakan Evaluasi Total
DPRD mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan ekonomi, terutama dalam hal investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar laporan angka, tapi langkah nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan kondisi ini, DPRD memberi peringatan keras:
pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti sebagai statistik—harus menjadi kesejahteraan nyata bagi rakyat.





