Pangkalan Bun – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kotawaringin Barat. Sosok tokoh perempuan daerah, , dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di , Rabu (8/4/2026) dini hari.
Istri mantan Bupati Kobar, itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.00 WIB. Kepergiannya langsung menyebar luas dan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Kalimantan Tengah.
Kabar wafatnya almarhumah pertama kali beredar melalui pesan duka yang disampaikan keluarga kepada kerabat dan kolega.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Hj. Yustina Ismiati… pada pukul 04.00 WIB di RS Karyadi Semarang,” demikian isi pesan duka yang beredar.
Berpulang Setelah Jalani Perawatan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat sakit. Meski detail penyakit tidak diungkap secara terbuka, kondisi kesehatannya diketahui sempat menurun sebelum akhirnya dirawat di Semarang.
Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit sambil menunggu proses pemulangan ke Pangkalan Bun.
“Saat ini jenazah masih berada di rumah sakit dan akan dipulangkan ke Pangkalan Bun,” demikian keterangan pihak keluarga.
Rencana Pemakaman di Pangkalan Bun
Keluarga telah menyiapkan prosesi pemulangan jenazah melalui jalur udara. Setibanya di Pangkalan Bun, almarhumah rencananya akan dimakamkan di lingkungan kediaman keluarga.
Sejumlah pelayat mulai berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.
“Kami masih menunggu kedatangan jenazah dari Semarang, sambil berkoordinasi dengan keluarga di sana,” ujar salah satu kerabat.
Jejak Pengabdian dan Sosok yang Dikenang
Kepergian Yustina Ismiati bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi publik Kalteng. Ia dikenal sebagai sosok aktif di dunia politik dan sosial, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kalteng hingga DPD RI.
Selain itu, ia juga berperan dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, mulai dari PKK hingga PMI di Kotawaringin Barat.
Duka Mendalam dan Doa Mengalir
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga pejabat daerah. Kepergian almarhumah menjadi kehilangan besar bagi Kobar, terutama atas kontribusinya dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima dan diampuni segala kesalahannya,” doa keluarga dalam pesan yang disampaikan.
Kehilangan Tokoh Perempuan Kalteng
Wafatnya Yustina Ismiati menjadi pengingat bahwa Kalteng kembali kehilangan salah satu tokoh perempuan yang berpengaruh. Di tengah berbagai peran yang dijalani, ia dikenal sebagai figur yang aktif, dekat dengan masyarakat, dan memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian.
Kini, duka itu bukan hanya milik keluarga—tetapi juga masyarakat Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah secara luas.





