Wabup Kobar Sentil Keras: Jangan Perangi Narkoba di Depan, Tapi Bermain di Belakang

oleh
Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto

Pangkalan Bun – Pernyataan keras dilontarkan Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto, terkait maraknya peredaran narkotika di wilayahnya. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak bersikap munafik—lantang menyerukan perang terhadap narkoba, namun justru terlibat di dalamnya.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, yang sekaligus menjadi momentum evaluasi kondisi peredaran narkoba di daerah.

“Peredaran narkotika ini harus benar-benar kita tekan. Jangan sampai kita teriak narkoba, tapi justru bermain di dalam,” tegas Suyanto.

Alarm Keras Peredaran Narkoba di Kobar

Suyanto menilai dominasi kasus narkotika dalam barang bukti yang dimusnahkan menjadi sinyal serius bahwa peredaran narkoba di Kotawaringin Barat masih mengkhawatirkan.

Kondisi ini bahkan disebut bukan sekadar persoalan hukum, tetapi sudah menjadi ancaman sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

banner 336x280

“Ini yang harus kita waspadai bersama,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menekankan bahwa proses hukum terhadap barang bukti tersebut telah melalui tahapan panjang hingga berkekuatan hukum tetap, sehingga pemusnahan menjadi bagian dari komitmen penegakan hukum yang tidak boleh setengah-setengah.

banner 336x280

Bukan Hanya Aparat, Semua Pihak Harus Terlibat

Wabup menegaskan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Pemerintah daerah, masyarakat, hingga lingkungan sosial harus ikut ambil peran.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap lemahnya pengawasan di berbagai lini.

Soroti Miras dan Pemicu Kejahatan

Selain narkotika, Suyanto juga menyinggung maraknya peredaran minuman keras yang dinilai menjadi pintu masuk berbagai tindak kriminal.

Ia meminta jalur distribusi miras ke wilayah Kobar diantisipasi secara serius, karena berpotensi memperparah kondisi sosial di masyarakat.

Apresiasi Penegakan Hukum, Tapi Tak Cukup

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi terhadap langkah aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Kobar, dalam memusnahkan barang bukti hasil kejahatan.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan. Semoga gangguan ketertiban bisa ditekan,” pungkasnya.

Jangan Sampai Hanya Jadi Slogan

Pernyataan keras Wabup Kobar ini menjadi pengingat bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada slogan atau seremoni semata.

Jika tidak diiringi komitmen nyata dan integritas semua pihak, upaya pemberantasan narkoba berisiko hanya menjadi retorika—sementara peredarannya terus berlangsung di balik layar.

banner 336x280