PALANGKA RAYA — Warga Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, mengeluhkan minimnya pembangunan infrastruktur saat kegiatan reses DPRD Kota Palangka Raya. Mereka menyoroti kondisi jalan, jembatan, hingga drainase yang belum kunjung diperbaiki.
Keluhan utama tertuju pada kondisi Jalan KKN yang rusak dan menjadi akses vital bagi aktivitas warga, termasuk menuju sekolah dan tempat ibadah.
“Permasalahan yang paling dominan tetap infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan drainase,” ujar Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi.
Ironisnya, dalam APBD murni 2026, wilayah Banturung disebut belum mendapatkan alokasi program pembangunan infrastruktur.
“Untuk tahun anggaran 2026 ini memang belum ada program yang masuk ke Banturung,” tegasnya.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga, mengingat persoalan tersebut terus berulang dalam setiap reses tanpa realisasi nyata.





