Edukasi Literasi Digital Diperkuat, Pelajar Didorong Lebih Kritis Hadapi Hoaks

oleh
literasi tentang bahaya informasi Hoaks. (Foto: MC Palangka Raya)

PALANGKA RAYA – Di tengah derasnya arus informasi digital, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meningkatkan upaya edukasi literasi digital bagi pelajar. Langkah ini dilakukan untuk membangun kemampuan berpikir kritis sekaligus menekan penyebaran hoaks di kalangan generasi muda.

Program literasi ini menitikberatkan pada pemahaman dasar tentang cara memilah informasi, mengenali sumber yang kredibel, serta pentingnya verifikasi sebelum membagikan konten di media sosial.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, mengatakan bahwa pelajar memiliki posisi strategis dalam ekosistem informasi digital.

“Pelajar tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga berpotensi menjadi penyebar informasi. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat arus informasi sulit dibendung. Tanpa kemampuan literasi yang memadai, generasi muda berisiko menjadi sasaran sekaligus penyebar hoaks.

banner 336x280

“Kami mengingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya dan selalu melakukan pengecekan sebelum membagikan,” kata Hendra.

Pendekatan Edukatif dan Preventif

Kegiatan yang dilakukan Diskominfo tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif yang mendorong partisipasi aktif pelajar. Mereka diajak memahami dampak nyata dari penyebaran hoaks, baik secara sosial maupun personal.

banner 336x280

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat hoaks kerap memanfaatkan emosi dan kecepatan distribusi di media sosial.

Tantangan Literasi di Era Digital

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan literasi digital masih cukup besar. Akses informasi yang luas belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan analisis yang memadai.

Hoaks tidak hanya beredar dalam bentuk teks, tetapi juga gambar dan video yang semakin sulit dibedakan dari informasi faktual.

Peran Kolaborasi

Diskominfo menilai peningkatan literasi digital tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi dengan sekolah, tenaga pendidik, serta orang tua agar edukasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami berharap pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas dalam bermedia digital dan mampu menjadi bagian dari solusi dalam memerangi hoaks,” ujar Hendra.

Membangun Kesadaran Kolektif

Upaya ini pada akhirnya bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa melawan hoaks bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan literasi yang lebih baik, diharapkan ruang digital dapat menjadi lebih sehat, informatif, dan bermanfaat bagi semua.

banner 336x280