PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 yang diperingati setiap 23 Mei, dengan menekankan konsep yang lebih inovatif dan berdampak bagi masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah menegaskan bahwa peringatan tahun ini tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat identitas daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelaksanaan kegiatan.
“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, pelaksanaan Hari Jadi harus tetap meriah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunci utama keberhasilan terletak pada kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
“Seluruh perangkat daerah harus berkolaborasi, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Bukan Sekadar Seremoni
Pemerintah berupaya menggeser orientasi peringatan dari sekadar seremoni tahunan menjadi momentum strategis untuk menampilkan potensi daerah.
Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari Festival Budaya Isen Mulang, Kalteng Expo, karnaval budaya, hingga hiburan rakyat yang melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat luas.
“Momentum Hari Jadi ini bukan hanya seremoni, tetapi juga ajang menampilkan potensi daerah dan mendorong ekonomi masyarakat,” ujar Linae.
Inovasi Jadi Tekanan Utama
Staf Khusus Gubernur, Herson B Aden, menekankan bahwa kualitas kegiatan menjadi prioritas dibanding kuantitas.
“Tidak perlu terlalu banyak kegiatan, tetapi yang ada harus ikonik, berkesan, dan memberi dampak nyata,” tegasnya.
Menurut dia, inovasi menjadi kunci agar peringatan HUT Kalteng tidak monoton dan mampu meningkatkan citra daerah di tingkat nasional.
Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan
Pelaksanaan HUT ke-69 tahun ini juga menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam mengelola kegiatan secara efektif di tengah keterbatasan anggaran.
Efisiensi yang diterapkan diharapkan tidak mengurangi kualitas, tetapi justru mendorong optimalisasi sumber daya dan kreativitas dalam penyelenggaraan kegiatan.
Momentum Uji Kinerja Pemerintah
Peringatan HUT Kalteng yang jatuh pada 23 Mei bukan hanya perayaan simbolik, tetapi juga menjadi indikator sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Jika dikelola dengan baik, perayaan ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal dan promosi budaya daerah. Namun sebaliknya, tanpa perencanaan matang dan pengawasan, kegiatan berisiko kembali menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak signifikan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, publik kini menanti apakah konsep inovatif yang digaungkan benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.





