PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad 2026. Di atas kertas, ajang ini disebut sebagai momentum kebangkitan olahraga otomotif. Namun di balik euforia, muncul pertanyaan: apakah ini benar-benar melahirkan prestasi, atau hanya event besar tanpa dampak jangka panjang?
Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Mei 2026 di Sirkuit Sukamulya, Tangkiling ini akan menghadirkan offroader dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga diklaim sebagai ruang pembinaan atlet dan penguatan komunitas otomotif di daerah.
Harapan Besar, Tantangan Nyata
Ketua Pengda IOF Kalteng, Harry Fernando Toeweh, menyebut Kejurnas sebagai peluang emas bagi daerah.
“Kejurnas ini merupakan momen yang bagus… kami berharap lahir offroader Kalteng yang mengharumkan daerah,” ujarnya.
Namun pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa selama ini prestasi offroad Kalteng belum menonjol di tingkat nasional.
Artinya, Kejurnas ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi ujian apakah pembinaan atlet benar-benar berjalan atau tidak.
Event Besar, Tapi Efeknya?
Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak disebut sangat kuat. Bahkan kehadiran offroader nasional diharapkan mampu memacu semangat atlet lokal.
Ketua Pengcab IOF Palangka Raya, Sigit Wido, optimistis event ini akan berdampak positif.
“Harapan kami event ini bisa menghidupkan olahraga otomotif di Kalteng dan melahirkan bibit baru,” katanya.
Namun pengalaman sebelumnya menunjukkan, banyak event besar hanya ramai saat pelaksanaan, tetapi minim keberlanjutan setelahnya.
Tanpa program pembinaan yang konsisten, Kejurnas berpotensi hanya menjadi panggung sesaat.
Kolaborasi Besar, Ujian Implementasi
Kejurnas ini juga menjadi kolaborasi antara organisasi otomotif seperti IOF dan IMI serta promotor nasional.
Kolaborasi ini disebut sebagai langkah maju, namun implementasinya akan menjadi kunci.
“Kami siap mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Ketua IMI Kalteng, Juferri Simon.
Pertanyaannya, apakah dukungan ini akan berlanjut dalam bentuk pembinaan atlet dan pengembangan sirkuit, atau berhenti pada event semata?
Ujian Bagi Kalteng sebagai Tuan Rumah
Dengan menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia, Kejurnas ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Kalteng sebagai tuan rumah event nasional.
Ketua panitia, Bobby Gandrung, memastikan kejuaraan akan diikuti offroader papan atas dari berbagai daerah.
“Peserta berasal dari seluruh Indonesia dan akan bertanding di berbagai kelas,” ujarnya.
Namun lebih dari sekadar sukses penyelenggaraan, keberhasilan sejati diukur dari dampak jangka panjang: lahirnya atlet, berkembangnya komunitas, dan meningkatnya kualitas olahraga otomotif di daerah.
Antara Prestise dan Pembinaan
Kejurnas Offroad 2026 kini menjadi pertaruhan: apakah Kalteng mampu menjadikannya sebagai titik balik prestasi, atau hanya sekadar event prestise tanpa arah pembinaan jelas.
Jika hanya berhenti pada seremoni, maka peluang emas ini berisiko terlewatkan.
Namun jika dikelola serius, Kejurnas ini bisa menjadi titik awal kebangkitan olahraga otomotif di Bumi Tambun Bungai.





