Pilrek UPR 2026: Jangan Sekadar “Orang Dalam”, Kampus Dituntut Cari Pemimpin Berkelas Global

oleh
Universitas Palangka Raya

PALANGKA RAYA — Menjelang pemilihan rektor di Universitas Palangka Raya tahun 2026, tekanan publik terhadap arah kepemimpinan kampus mulai menguat. UPR dinilai tak lagi cukup dipimpin figur administratif semata—melainkan sosok visioner yang mampu membuka jejaring internasional dan mengangkat reputasi kampus ke level global.

Dorongan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, kampus terbesar di Kalimantan Tengah tersebut masih berjuang keluar dari bayang-bayang perguruan tinggi besar di luar pulau.

Dekan FKIP UPR, Rinto Alexandro, menegaskan bahwa momentum Pilrek 2026 harus menjadi titik balik transformasi.

“Harapannya, semua calon nanti bisa memajukan UPR di tingkat regional Kalimantan, bahkan bisa sejajar dengan PTN di luar pulau,” tegasnya.

Namun, lebih dari sekadar “sejajar”, tuntutan yang berkembang kini jauh lebih tinggi: UPR harus berani menembus jaringan akademik internasional, bukan hanya bermain di level lokal dan nasional.

banner 336x280

Figur Baru vs Status Quo Kampus

Isu krusial yang mencuat adalah kebutuhan akan figur baru—bukan sekadar perpanjangan dari pola kepemimpinan lama. Sejumlah kalangan akademisi menilai, stagnasi kampus sering kali terjadi karena rotasi elit internal tanpa terobosan.

Rinto sendiri mengakui bahwa proses masih sangat dini, bahkan panitia Pilrek pun belum terbentuk.

banner 336x280

“Belum waktunya… masih terlalu dini bicara masalah Pilrek,” ujarnya.

Meski begitu, sinyal perubahan sudah mulai terasa. Ada ekspektasi kuat agar kandidat yang maju bukan hanya kuat secara birokrasi, tetapi juga memiliki rekam jejak kolaborasi global, publikasi internasional, dan kemampuan menarik investasi pendidikan.

Masalah Lama: Daya Saing dan Isolasi Akademik

UPR selama ini menghadapi tantangan klasik:

  • Minimnya kerja sama internasional aktif
  • Terbatasnya publikasi ilmiah bereputasi global
  • Lemahnya positioning kampus di tingkat nasional

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, UPR berisiko tertinggal jauh dari PTN lain di Indonesia.

“Semua calon pasti orang terbaik dan punya komitmen memajukan UPR,” kata Rinto.

Namun komitmen saja dinilai tidak cukup tanpa visi besar dan keberanian melakukan reformasi struktural.

Taruhan Besar Pilrek 2026

Pilrek UPR 2026 bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi menjadi pertaruhan masa depan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.

Jika kembali memilih figur kompromi, UPR berpotensi jalan di tempat. Sebaliknya, jika berani memilih pemimpin dengan jaringan global dan orientasi reformasi, kampus ini bisa melonjak menjadi pusat pendidikan strategis di kawasan Kalimantan bahkan Indonesia Timur.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.