Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), untuk membahas langkah strategis pengembangan energi hijau dengan nilai investasi mencapai Rp70 triliun. Pertemuan tersebut menyoroti upaya mempercepat transisi energi nasional sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, kedua tokoh membahas berbagai peluang pengembangan energi ramah lingkungan yang dinilai mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa investasi energi hijau tersebut berpotensi memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional, termasuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing Indonesia di sektor energi terbarukan.
“Ini merupakan proyek besar yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan,” ujar JK.
Menurutnya, pengembangan energi hijau menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda mengingat meningkatnya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih dan berkelanjutan. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri energi hijau di kawasan Asia.

Presiden Prabowo Subianto menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mendorong investasi strategis yang mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kita harus memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia untuk mendukung kemandirian energi dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Prabowo.
Pembahasan juga mencakup berbagai aspek teknis dan kebijakan yang diperlukan untuk mempercepat realisasi proyek energi hijau. Pemerintah menilai kolaborasi antara sektor swasta, investor, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.
Selain mendukung agenda transisi energi nasional, proyek bernilai Rp70 triliun itu diharapkan mampu menarik investasi lanjutan di sektor energi terbarukan. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengembangkan sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Pertemuan antara Prabowo dan Jusuf Kalla menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengakselerasi pengembangan energi hijau di Indonesia. Dengan dukungan investasi besar dan kebijakan yang tepat, sektor energi terbarukan diharapkan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.











