,

PDAM Kapuas Bangkit dari Rugi Rp25 Miliar, Kini Mulai Cetak Laba

oleh -27 Dilihat

Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 PDAM Kapuas mengalami kerugian cukup besar, yakni sekitar Rp25 miliar. Namun, melalui berbagai langkah pembenahan, kondisi tersebut berangsur membaik.

Pada tahun 2024, kerugian berhasil ditekan hingga tersisa sekitar Rp3 miliar. Bahkan pada 2025, PDAM Kapuas mulai mencatatkan laba lebih dari Rp1 miliar.

“Ini hasil kerja keras bersama. Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan di semua lini,” ujar Wiyatno dalam rapat evaluasi kinerja PDAM.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya efisiensi yang dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pengendalian biaya operasional, pengurangan pemborosan bahan, hingga penanganan kebocoran jaringan distribusi air.

Ia menegaskan bahwa efisiensi harus tetap menjaga kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.

Dengan tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan PDAM mampu meraih laba hingga Rp5 miliar pada 2026.

Selain itu, perusahaan daerah tersebut juga diharapkan mampu melunasi utang yang saat ini mencapai sekitar Rp21 miliar dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.

Sementara itu, Direktur PDAM Kapuas, Abisua Setia Nugroho, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mencapai target tersebut. Ia optimistis efisiensi dan peningkatan kinerja akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.