Mengenal George Obos, Tokoh Dayak dari Kalimantan Tengah yang Ikut Mengukir Sejarah Sumpah Pemuda

oleh

PALANGKA RAYA – Nama George Obos sudah sangat dikenal masyarakat Kalimantan Tengah. Namanya bahkan diabadikan menjadi salah satu ruas jalan utama di Kota Palangka Raya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa George Obos merupakan tokoh Dayak yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan sejarah pergerakan nasional.

George Obos Oemar, atau yang lebih dikenal sebagai George Obos, lahir di Kasongan pada 24 Desember 1904. Ia merupakan putra dari Heine Oemar dan Lea Anggen. Dalam beberapa catatan sejarah, nama belakang “Oemar” sengaja tidak lagi digunakan untuk melindungi keluarganya dari tekanan pemerintah kolonial Belanda pada masa perjuangan.

banner 336x280

Sejak muda, George Obos dikenal aktif dalam pendidikan dan pergerakan. Ia menempuh pendidikan dasar di sekolah zending di Banjarmasin sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Pelayaran Surabaya pada 1926. Lingkungan pendidikan dan pergaulan di Surabaya membentuk kesadaran kebangsaannya hingga terlibat dalam berbagai organisasi pemuda.

Wakil Kalimantan dalam Kongres Sumpah Pemuda

Salah satu peran penting George Obos dalam sejarah bangsa adalah keikutsertaannya dalam Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928. Dalam kongres yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda tersebut, George Obos hadir sebagai wakil dari Kalimantan.

Keterlibatannya menjadikan George Obos sebagai salah satu putra daerah Kalimantan yang ikut menyaksikan lahirnya semangat persatuan nasional yang kemudian menjadi fondasi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Aktif dalam Perjuangan Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, George Obos tetap aktif dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara. Ia membantu perjuangan rakyat Kalimantan yang dipimpin Pangeran Mohammad Noer dan dipercaya menjadi Ketua Badan Oesaha Goebernoer Borneo.

Bersama Pemuda Republik Indonesia Kalimantan (PRIK), George Obos ikut menyusun berbagai strategi untuk mempertahankan Kalimantan dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda. Ia juga tercatat turut serta dalam Pertempuran Surabaya yang menjadi salah satu peristiwa heroik dalam sejarah Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Karier Militer dan Pemerintahan

Selain dikenal sebagai pejuang, George Obos juga memiliki karier militer yang panjang. Ia bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dan mencapai pangkat Letnan Kolonel. Dalam penugasannya, ia menjadi staf ALRI Divisi IV bidang intelijen sekaligus bertugas di lingkungan Markas Besar TNI Angkatan Darat.

Di bidang pemerintahan, George Obos dipercaya menjadi Bupati pertama Kabupaten Barito Utara pada periode 1951–1954. Setelah itu, ia kembali mendapat amanah sebagai Bupati pertama Kabupaten Kapuas pada periode 1955–1958. Kiprahnya berlanjut hingga tingkat nasional saat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Namanya Diabadikan di Kota Palangka Raya

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, nama George Obos diabadikan menjadi salah satu jalan utama di Kota Palangka Raya, yakni Jalan George Obos yang membentang dari kawasan Bundaran Kecil hingga Jalan Mahir Mahar. Sejumlah ruas jalan turunan di kawasan tersebut juga menggunakan nama George Obos I hingga George Obos XXVII.

Wafat dan Warisan Perjuangan

George Obos meninggal dunia pada 19 April 1982 di Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin, dalam usia 77 tahun. Ia kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman Kristen Pahandut, Kota Palangka Raya.

Meski telah wafat, nama dan perjuangannya tetap dikenang sebagai salah satu tokoh Dayak Kalimantan Tengah yang berperan besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Kiprahnya sebagai pejuang, tokoh pemerintahan, peserta Kongres Sumpah Pemuda, hingga perwira militer menjadikan George Obos sebagai sosok penting dalam sejarah Kalimantan dan Indonesia.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.