DPR Soroti Antrean BBM di Kalteng, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

oleh -42 Dilihat
oleh

PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah mulai menjadi sorotan serius DPR RI. Kondisi yang terjadi di Palangka Raya hingga sejumlah daerah kabupaten dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto menegaskan pemerintah bersama Pertamina tengah bergerak cepat mencari solusi agar antrean BBM tidak terus terjadi di berbagai wilayah Kalteng.

banner 336x280

“Mohon masyarakat tidak resah dengan berspekulasi macam-macam. DPR, pemerintah dan Pertamina terus bekerja keras menyediakan solusi terbaik agar tidak terjadi antrean BBM yang panjang,” kata Sigit di Palangka Raya, Kamis.

Politikus PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah itu menilai persoalan antrean BBM harus segera ditangani karena mulai mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik di lapangan.

Menurutnya, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti ketentuan resmi Pertamina terkait pembelian BBM di tengah meningkatnya antrean di sejumlah SPBU.

“Yang terpenting adalah tetap tenang, ikuti aturan yang ada, dan percayakan kepada pemerintah yang senantiasa berupaya mencari solusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Sigit mengungkapkan antrean panjang tidak hanya terjadi di Kota Palangka Raya, tetapi juga ditemukan di wilayah Barito Timur dan Barito Selatan saat dirinya melaksanakan agenda reses beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kembali memastikan antrean kendaraan yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM. Pertamina menyebut lonjakan konsumsi secara bersamaan menjadi pemicu utama antrean di sejumlah SPBU.

“Kondisi antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan, melainkan peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun.

Pertamina juga memastikan stok Pertalite dan Pertamax di wilayah Palangka Raya masih tersedia dan distribusi dari Fuel Terminal Pulang Pisau terus dilakukan secara berkala guna menjaga pemerataan pasokan.

Sales Area Manager Retail Kalteng, Donny menyebut ketahanan stok Pertalite mencapai sekitar 6,5 hari dan Pertamax sekitar 5,5 hari dengan pasokan yang terus berjalan.

“Supply tidak putus dan bersifat berkesinambungan,” tegasnya.

Meski demikian, antrean panjang yang terus terjadi memunculkan desakan agar pengawasan distribusi BBM bersubsidi diperketat, termasuk terhadap dugaan praktik pelangsiran yang disebut ikut memperparah antrean di lapangan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.