Pertamina Bantah BBM Langka, Antrean Panjang di Palangka Raya Dipicu Lonjakan Konsumsi

oleh -24 Dilihat
oleh

PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya memicu keresahan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut bahkan membuat antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan, antrean BBM yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan stok, melainkan lonjakan konsumsi secara bersamaan di sejumlah SPBU.

banner 336x280

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menyatakan pasokan BBM untuk wilayah Palangka Raya dan sekitarnya masih dalam kondisi aman.

“Kondisi antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan, melainkan peningkatan aktivitas konsumsi dalam waktu bersamaan,” kata Edi Mangun dalam keterangannya, Kamis.

Menurut Pertamina, distribusi BBM dari Fuel Terminal Pulang Pisau terus dilakukan secara berkala guna menjaga pemerataan pasokan di seluruh SPBU. Namun, lonjakan pembelian dalam waktu singkat membuat proses distribusi dan bongkar muat membutuhkan waktu tambahan.

“SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi akan segera kami suplai sesuai kebutuhan masing-masing agar penyaluran tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Di lapangan, antrean panjang didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang memburu BBM bersubsidi jenis Pertalite. Sejumlah warga mengaku khawatir pasokan menipis sehingga memilih mengisi lebih awal.

Situasi ini turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran bahkan memanggil pihak terkait untuk mengevaluasi distribusi BBM di daerah.

“Kami minta dengan Pertamina, kalau dari pagi itu dilayani dulu yang subsidi dulu, masyarakat luas dulu,” tegas Agustiar Sabran.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas dugaan penimbunan BBM yang berpotensi memperparah situasi di lapangan.

“Dimohon masyarakat tenang ya. Kami juga meminta kepada aparat berwenang, jangan kasih ampun penimbun,” ujarnya.

Sementara itu, hasil inspeksi di lapangan menemukan dugaan kendaraan pelangsir BBM yang ikut memperkeruh antrean di sejumlah SPBU. Aparat disebut masih melakukan koordinasi lanjutan untuk penanganan lebih lanjut.

Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan normal.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.