Antrean BBM Kian Parah, Warga Palangka Raya Habiskan Waktu Berjam-jam di SPBU

oleh -86 Dilihat
oleh

PALANGKA RAYA – Krisis antrean bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya belum menunjukkan tanda mereda. Warga kini rela menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU demi mendapatkan BBM, sementara pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

Pantauan di sejumlah SPBU pada Kamis malam (7/5/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih mengular hingga memadati badan jalan. Situasi itu memicu keresahan warga karena distribusi BBM dinilai belum sepenuhnya normal.

banner 336x280

Sejumlah warga mengaku harus menunggu sangat lama hanya untuk mendapatkan giliran mengisi bahan bakar. Kondisi diperparah dengan semakin langkanya penjual BBM eceran di pinggir jalan.

“Saya sudah dua jam antre, masih belum maju juga,” ujar Husni, salah seorang pengendara roda empat yang ikut mengantre di SPBU Jalan Soekarno.

Keluhan serupa disampaikan Natalia yang mulai mengantre sejak sore demi memastikan kendaraannya bisa digunakan keesokan hari.

“Dari setengah lima sore antre. Mau bagaimana lagi, di pinggir jalan juga tidak ada yang jual eceran. Besok pagi harus antar anak sekolah,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama tim gabungan memasang spanduk imbauan di kawasan SPBU agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pemko menegaskan stok BBM sebenarnya masih aman berdasarkan keterangan dari Pertamina.

Namun di lapangan, antrean panjang justru terus meluas dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah mengakui fenomena tersebut terjadi di banyak titik dan menjadi perhatian lintas instansi.

Plt Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan salah satu penyebab antrean dipicu meningkatnya penggunaan BBM jenis Pertamax, termasuk peralihan pengguna Pertalite akibat kendala barcode MyPertamina.

“Sebagian besar masyarakat cenderung memilih Pertamax karena dianggap lebih bagus untuk kendaraan dan lebih hemat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan banyak warga kesulitan menggunakan barcode MyPertamina sehingga terjadi perpindahan konsumsi BBM di SPBU.

“Ada peralihan dari pengguna Pertalite ke Pertamax karena terkendala barcode MyPertamina,” tambahnya.

Sementara itu, DPRD Kota Palangka Raya mendesak Pertamina segera memberikan penjelasan resmi terkait kondisi distribusi BBM agar masyarakat tidak semakin panik dan situasi antrean bisa segera dikendalikan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.