Antrean BBM Mengular, Penghasilan Ojol di Palangka Raya Tergerus

oleh -84 Dilihat
oleh

PALANGKA RAYA – Krisis antrean bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya mulai memukul penghasilan para pengemudi ojek online (ojol). Waktu kerja yang seharusnya digunakan mencari penumpang kini habis di jalur antrean SPBU.

Fenomena kelangkaan BBM jenis Pertalite dan sulitnya menemukan BBM eceran membuat antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU sejak pagi hingga malam hari. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat umum, tetapi juga para pekerja harian yang menggantungkan penghasilan dari mobilitas di jalan.

banner 336x280

Sejumlah pengemudi ojol mengaku pendapatan mereka turun drastis karena waktu operasional tersita untuk mengantre BBM. Kondisi itu diperparah dengan stok BBM eceran di pinggir jalan yang kini semakin sulit ditemukan.

Erwanto (24), seorang driver ojol di Palangka Raya, mengatakan antrean di SPBU kini jauh lebih panjang dibanding hari-hari normal. Menurutnya, sistem distribusi BBM yang dinilai tidak merata membuat situasi semakin sulit bagi pengemudi lapangan.

“Waktu kerja habis di antrean. Biasanya bisa langsung cari order, sekarang harus antre lama dulu untuk isi BBM,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengemudi ojol lainnya yang mengaku terpaksa mengubah pola kerja agar tetap bisa bertahan. Mereka memilih mengambil order jarak pendek demi menghemat bahan bakar.

“Pendapatan jelas menurun. Eceran kosong, di SPBU antre panjang. Mau tidak mau harus menyesuaikan order supaya bensin cukup,” ujar salah satu driver ojol.

Pantauan di sejumlah SPBU di Palangka Raya menunjukkan antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan. Di beberapa titik, antrean disebut mencapai hampir satu kilometer dan memicu kemacetan lalu lintas.

Kondisi ini dipicu terbatasnya stok BBM di sejumlah SPBU, sementara masyarakat juga kesulitan mendapatkan BBM eceran yang selama ini menjadi alternatif cepat bagi pengendara roda dua. Akibatnya, seluruh beban antrean menumpuk di SPBU.

Warga berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pekerja harian seperti pengemudi ojol, tidak terus terdampak

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.