KAPUAS – Banjir yang merendam Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mulai melumpuhkan aktivitas pendidikan. Sedikitnya empat sekolah dasar menghentikan sementara pembelajaran tatap muka karena ruang kelas dan akses menuju sekolah terendam air.
Genangan banjir yang terus meningkat membuat kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan dilakukan secara normal. Sejumlah ruang kelas dilaporkan tergenang, sementara jalan penghubung antardesa ikut terputus akibat luapan air.
Pemerintah daerah bersama pihak sekolah kini mengambil langkah darurat dengan menyesuaikan sistem pembelajaran agar siswa tetap mendapatkan materi pelajaran meski tidak masuk sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan setempat menyebut keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama di tengah kondisi banjir yang belum surut.
“Untuk sementara pembelajaran tatap muka dihentikan karena kondisi sekolah dan akses siswa terdampak banjir,” ujarnya.
Warga di Kecamatan Pasak Talawang mengaku debit air meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sungai. Selain merendam sekolah, banjir juga mulai masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Sejumlah orang tua siswa berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar kegiatan belajar dapat kembali normal. Mereka khawatir proses pendidikan anak terganggu jika banjir berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, petugas terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air serta menyiapkan langkah antisipasi jika banjir meluas ke wilayah lain di Kabupaten Kapuas
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












