Realisasi investasi di Kabupaten Barito Utara pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp819,37 miliar. Capaian tersebut menunjukkan daerah penghasil sumber daya alam di Kalimantan Tengah itu masih menjadi magnet kuat bagi investor, terutama di sektor primer seperti pertambangan dan perkebunan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, mengatakan nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp418,44 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp400,92 miliar.
“Pencapaian investasi itu dengan rincian PMA sebesar Rp418,44 miliar dan PMDN capai Rp400,92 miliar,” ujar Syahmiludin di Muara Teweh.
Tak hanya mendorong perputaran ekonomi daerah, realisasi investasi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pemerintah daerah mencatat lebih dari seribu tenaga kerja Indonesia terserap dalam berbagai sektor usaha yang masuk sepanjang awal tahun ini.
Capaian ini memperkuat tren positif investasi Barito Utara dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, DPMPTSP setempat menyebut realisasi investasi daerah pada akhir 2025 telah mencapai lebih dari 90 persen target yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Tingginya realisasi pada sektor primer menunjukkan bahwa Barito Utara memiliki potensi dan daya saing yang kuat,” kata Kepala DPMPTSP Barito Utara, Jufriansyah, dalam laporan sebelumnya terkait capaian investasi daerah.
Meski investasi terus tumbuh, dominasi sektor berbasis sumber daya alam juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah kini didorong mempercepat diversifikasi investasi ke sektor industri pengolahan, pertanian modern, dan hilirisasi agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada komoditas tambang.
Barito Utara sendiri masih memiliki sejumlah peluang investasi potensial di sektor perkebunan, pertanian hingga industri pengolahan hasil alam yang dinilai mampu menarik investor baru di tengah meningkatnya kebutuhan hilirisasi nasional














