PALANGKA RAYA — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menggelontorkan jutaan liter minyak goreng merek Minyakita ke pasar sebagai langkah menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasokan.
Distribusi dilakukan secara bertahap ke sejumlah kabupaten/kota dengan menyasar pasar tradisional dan jaringan ritel, guna memastikan ketersediaan tetap terjaga di tingkat konsumen.

Pimpinan Wilayah Bulog Kalteng menegaskan, intervensi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menahan gejolak harga kebutuhan pokok.
“Penyaluran Minyakita terus kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan di masyarakat,” ujarnya.
Langkah Bulog dinilai krusial, terutama saat permintaan meningkat yang berpotensi mendorong kenaikan harga di pasaran. Dengan suplai yang diperkuat, pemerintah berharap harga tetap terkendali sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Bulog juga memastikan distribusi tidak terpusat di satu wilayah, melainkan merata hingga daerah kabupaten untuk mencegah disparitas harga.
Selain menekan harga, distribusi besar-besaran ini juga ditujukan untuk mencegah potensi kelangkaan yang kerap terjadi akibat gangguan distribusi atau spekulasi pasar.
“Dengan distribusi yang merata, kami harapkan tidak ada kelangkaan dan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah,” kata perwakilan Bulog.
Dalam pelaksanaannya, Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mengawasi distribusi di lapangan. Pengawasan ini penting guna mencegah penimbunan maupun praktik penyimpangan.
Intervensi Bulog melalui Minyakita menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan pengawasan yang konsisten di tingkat daerah.
Distribusi jutaan liter Minyakita di Kalimantan Tengah menunjukkan upaya aktif pemerintah meredam tekanan harga. Tantangan berikutnya adalah memastikan pasokan tersebut benar-benar menjangkau masyarakat dan tidak terdistorsi di rantai distribusi.




