Pakar Sebut Harga TBS Berpotensi Naik Usai Klarifikasi Pemerintah

oleh
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diprediksi bakal kembali naik dalam waktu dekat. Optimisme itu muncul setelah pemerintah mulai memberikan penjelasan terkait mekanisme DSI kepada pelaku industri dan asosiasi sawit nasional.

Sebelumnya, harga TBS sempat bikin petani waswas. Banyak pabrik kelapa sawit (PKS) menurunkan harga beli karena bingung dengan arah kebijakan baru ekspor sawit yang diumumkan pemerintah. Dampaknya langsung terasa di tingkat petani, terutama di sejumlah sentra sawit di Sumatera dan Kalimantan.

Direktur Eksekutif PASPI, Dr. Tungkot Sipayung, menilai penurunan harga itu lebih karena reaksi pasar yang kaget, bukan karena harga minyak sawit dunia sedang jatuh. Bahkan menurutnya, harga crude palm oil (CPO) global saat ini justru masih cukup tinggi dan cenderung menguat.

banner 336x280

“Dalam kondisi normal, harga TBS seharusnya tidak turun, bahkan mestinya ikut naik,” ujar Tungkot.

Ia berharap setelah pemerintah memberi penjelasan soal DSI, kondisi pasar bisa kembali tenang dan harga TBS ikut pulih mulai pekan depan. Apalagi pemerintah juga sudah menetapkan masa transisi kebijakan hingga akhir 2026, sehingga pelaku industri dinilai punya waktu untuk menyesuaikan diri.

Di sisi lain, sejumlah organisasi petani sawit juga mulai mendesak agar ada langkah cepat dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga. Mereka menilai penurunan harga TBS beberapa hari terakhir terlalu tajam dan tidak sebanding dengan pergerakan harga CPO dunia.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.