PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah hari ini genap berusia 69 tahun. Di balik usia yang hampir tujuh dekade itu, ada sejarah panjang perjuangan masyarakat Dayak yang dulu mendorong lahirnya provinsi sendiri di Pulau Kalimantan.
Provinsi Kalimantan Tengah resmi berdiri pada 23 Mei 1957 melalui Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957. Sebelum itu, wilayah Kalteng masih menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan yang mencakup seluruh pulau.
Dorongan pemekaran muncul kuat dari masyarakat Dayak di wilayah Barito, Kapuas, dan Kotawaringin. Mereka ingin memiliki daerah otonom sendiri agar pembangunan dan pemerintahan lebih dekat dengan masyarakat lokal.
Perjuangan itu tidak instan. Aspirasi terus disuarakan lewat mosi, kongres, hingga gerakan sosial masyarakat sejak awal 1950-an.
“Aspirasi pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah terus disuarakan masyarakat,” tulis detikKalimantan dalam ulasannya.
Nama Palangka Raya pun punya makna mendalam. Dalam filosofi daerah, Palangka Raya diartikan sebagai tempat yang suci, mulia, dan besar. Nama itu dipilih sebagai simbol harapan besar terhadap masa depan Kalimantan Tengah.
Menariknya, Palangka Raya juga pernah digagas Presiden Soekarno sebagai calon ibu kota negara karena wilayahnya luas dan dinilai strategis untuk masa depan Indonesia.
Kini, setelah 69 tahun berdiri, Kalimantan Tengah berkembang menjadi salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam, budaya Dayak, hingga potensi investasi yang terus tumbuh. Namun di tengah pembangunan itu, semangat Huma Betang tetap menjadi identitas utama masyarakat Kalteng.
Tema HUT ke-69 Kalteng tahun ini bahkan mengangkat slogan “Betang Huma Itah”, yang menggambarkan rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan latar belakang.
“Huma Betang dimaknai sebagai simbol persaudaraan dan hidup rukun dalam keberagaman,” demikian filosofi resmi HUT ke-69 Kalteng.
Di usia ke-69 ini, Kalteng tak hanya bicara soal sejarah, tetapi juga tentang bagaimana menjaga budaya, memperkuat ekonomi daerah, dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Semangat Isen Mulang yang berarti pantang mundur masih menjadi napas masyarakat Kalimantan Tengah hingga hari ini.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












