Panglima Batur, Panglima Dayak yang Menjadi Simbol Perlawanan di Tanah Barito

oleh
MUARA TEWEH – Nama Panglima Batur dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang dari Kalimantan yang gigih melawan penjajahan Belanda dalam lanjutan Perang Banjar atau yang dikenal sebagai Perang Barito. Sosoknya dikenang sebagai panglima dari suku Dayak Bakumpai yang setia mendampingi Sultan Muhammad Seman mempertahankan wilayah pedalaman Barito dari serangan kolonial Belanda.

Panglima Batur lahir di wilayah Buntok Kacil, yang kini masuk Kabupaten Barito Utara, sekitar tahun 1852 dengan nama asli Batur bin Barui. Ia berasal dari keluarga pejuang, karena ayahnya juga dikenal sebagai tokoh masyarakat dan panglima di wilayah pedalaman Barito.

Dalam sejarah perjuangan Kalimantan, Panglima Batur menjadi salah satu tokoh utama setelah wafatnya Pangeran Antasari. Bersama Sultan Muhammad Seman, ia memimpin perlawanan rakyat Dayak dan Banjar terhadap Belanda di wilayah Barito Hulu. Kolaborasi keduanya membuat pemerintah kolonial kesulitan menguasai pedalaman Kalimantan.

banner 336x280

Sejumlah serangan terhadap benteng dan pos pertahanan Belanda berhasil dilakukan pasukan Panglima Batur. Ia disebut pernah memimpin penyerangan ke Kasintu, Jaan, hingga Benteng Muara Teweh yang saat itu menjadi basis penting kolonial Belanda di wilayah Barito.

Perlawanan semakin sengit ketika Belanda mengerahkan pasukan khusus Marsose untuk memburu para pejuang. Setelah Sultan Muhammad Seman gugur pada 1905, Panglima Batur tetap melanjutkan perjuangan meski kekuatan pasukannya semakin melemah. Ia dikenal sulit ditangkap karena menguasai medan pedalaman dan mendapat dukungan masyarakat setempat.

Namun perjuangannya berakhir setelah Belanda menggunakan taktik dengan menangkap kerabat dekatnya untuk memancing dirinya keluar. Demi menyelamatkan keluarga dan masyarakatnya, Panglima Batur akhirnya menyerahkan diri dan ditangkap oleh Belanda sebelum dibawa ke Banjarmasin.

Kini nama Panglima Batur dikenang sebagai simbol keberanian masyarakat Dayak dalam mempertahankan tanah Kalimantan dari penjajahan. Sejumlah monumen dan nama jalan di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan diabadikan untuk menghormati jasa perjuangannya.

Biografi Singkat Panglima Batur

  • Nama lengkap: Batur bin Barui
  • Nama populer: Panglima Batur
  • Lahir: Buntok Kacil, Barito Utara, sekitar 1852
  • Suku: Dayak Bakumpai
  • Agama: Islam
  • Peran:
    • Panglima Dayak dalam Perang Barito
    • Pejuang melawan kolonial Belanda
    • Pendamping perjuangan Sultan Muhammad Seman
  • Dikenal karena:
    • Memimpin serangan terhadap benteng Belanda di wilayah Barito
    • Menjadi simbol perjuangan masyarakat Dayak dan Banjar
  • Wafat: sekitar tahun 1905 di Banjarmasin

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.