Teknologi REEV Mulai Dilirik, Mobil Hybrid Generasi Baru Klaim Lebih Irit dan Minim Anxiety

oleh
Industri otomotif global mulai memasuki babak baru elektrifikasi lewat teknologi REEV atau Range Extended Electric Vehicle. Sistem ini disebut mampu menghadirkan efisiensi lebih tinggi dibanding mobil hybrid konvensional, sekaligus mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan jarak tempuh mobil listrik murni.

Berbeda dengan hybrid biasa, REEV menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama roda. Mesin bensin hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika kapasitas mulai menurun. Konsep ini membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien karena mesin bekerja pada putaran paling optimal.

“REEV adalah jenis mobil hybrid seri, jadi roda hanya digerakkan motor elektrik sementara mesin bensin,” tulis CNN Indonesia dalam ulasannya mengenai teknologi tersebut.

banner 336x280

Teknologi ini mulai populer setelah banyak pabrikan China mengembangkannya untuk pasar kendaraan elektrifikasi. Salah satu keunggulan utama REEV adalah kemampuan menempuh perjalanan jauh tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan pengisian daya atau SPKLU.

“Kelebihan REEV yaitu menangkal kekhawatiran tak bisa menempuh jarak jauh,” tulis CNN Indonesia.

Secara teknis, REEV berbeda dari hybrid paralel yang umum digunakan pada mobil Jepang. Pada hybrid biasa, mesin bensin masih ikut menggerakkan roda bersama motor listrik. Sementara pada REEV, sensasi berkendara lebih mirip mobil listrik murni karena seluruh tenaga ke roda berasal dari motor elektrik.

Karakter tersebut membuat akselerasi terasa instan dan halus. Selain itu, mesin bensin bekerja lebih hemat karena tidak langsung terhubung ke sistem penggerak roda.

“Roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator,” demikian konsep yang juga diterapkan Nissan e-POWER.

Produsen otomotif menilai REEV bisa menjadi solusi transisi sebelum infrastruktur kendaraan listrik berkembang merata. Teknologi ini dianggap cocok untuk negara berkembang yang belum memiliki jaringan pengisian daya luas tetapi mulai mendorong elektrifikasi kendaraan.

Selain efisiensi, REEV juga menawarkan keunggulan dari sisi kenyamanan. Karena motor listrik menjadi penggerak utama, getaran mesin dan perpindahan tenaga terasa lebih halus dibanding hybrid konvensional.

“Mobil hybrid lebih irit karena mesin bensin tidak aktif saat idle dan energi pengereman didaur ulang,” tulis Toyota Astra Motor dalam penjelasannya soal teknologi elektrifikasi.

Persaingan teknologi REEV diperkirakan akan semakin panas setelah sejumlah merek China mulai membawa model elektrifikasi terbaru ke Asia Tenggara. Kombinasi efisiensi, performa, dan minim ketergantungan pada charging station membuat teknologi ini diprediksi menjadi tren baru pasar otomotif beberapa tahun ke depan.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.