Pengumuman tersebut disampaikan pada malam puncak yang berlangsung di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Agustiar Sabran, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, unsur Forkopimda, serta kepala daerah kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
Keberhasilan Yunisa menjadi sorotan karena tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Gunung Mas, tetapi juga mempertegas daya saing generasi muda daerah dalam bidang budaya dan pariwisata. Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Dekranasda Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, yang hadir memberikan dukungan kepada delegasi daerah.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa ajang Jagau Nyai bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang mampu menjadi representasi daerah.
“Bukan sekadar ajang pemilihan putra-putri terbaik daerah,” ujarnya saat malam grand final.
Sementara itu, Linae Victoria Aden menekankan pentingnya sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, figur Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah harus mampu menjadi duta budaya sekaligus agen promosi wisata yang berkelanjutan.
Berdasarkan data panitia, Yunisa atau yang akrab disapa Asel memang memiliki rekam jejak prestasi yang cukup kuat. Ia tercatat pernah meraih Juara I Putri Pariwisata Kabupaten Gunung Mas 2025, Terbaik III PPAP Kalimantan Tengah 2024, serta Wakil III Duta Genre Kalimantan Tengah 2023. Deretan capaian tersebut menjadi modal penting hingga akhirnya berhasil merebut mahkota Nyai Kalimantan Tengah 2026.
Tidak hanya Yunisa, Kabupaten Gunung Mas juga mengirimkan wakil untuk kategori Jagau, yakni Achmad Batistuta Pakaya, yang dikenal aktif dalam organisasi kepemudaan dan kegiatan olahraga. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membina generasi muda serta memperkuat promosi budaya lokal di tingkat provinsi.
Prestasi yang diraih Yunisa menjadi momentum penting bagi Kabupaten Gunung Mas untuk terus memperkuat sektor budaya dan pariwisata. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda berbasis budaya lokal mampu melahirkan figur-figur yang siap menjadi wajah Kalimantan Tengah di tingkat yang lebih luas.












