GUNUNG MAS – Dunia olahraga Kalimantan Tengah berduka. Atlet dayung legendaris asal Kalimantan Tengah, Benson, yang pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games hingga Olimpiade, meninggal dunia dan meninggalkan jejak prestasi yang akan selalu dikenang.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum bagi daerah dan bangsa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalteng menyerahkan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga yang ditinggalkan.
Penyerahan santunan dilakukan langsung di rumah duka di Kabupaten Gunung Mas, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran. Bantuan tersebut diterima oleh pihak keluarga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap atlet yang telah berjasa mengharumkan nama Kalimantan Tengah dan Indonesia di tingkat internasional.
Kepala Disporapar Kalteng menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Almarhum Benson merupakan aset olahraga daerah yang telah mengukir banyak prestasi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya saat menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum.
Menurutnya, perhatian pemerintah kepada keluarga atlet berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian dan perjuangan yang telah diberikan selama bertahun-tahun untuk mengharumkan nama daerah.
Benson dikenal sebagai salah satu atlet dayung terbaik yang pernah dimiliki Kalimantan Tengah. Sepanjang kariernya, ia tidak hanya tampil di berbagai kejuaraan nasional, tetapi juga mewakili Indonesia di panggung internasional.
Berdasarkan catatan prestasinya, Benson pernah meraih medali emas pada SEA Games 1985, tampil di Asian Games, serta menjadi atlet Indonesia pada ajang Olimpiade. Di tingkat nasional, almarhum juga menjadi andalan Kalimantan Tengah dalam berbagai Pekan Olahraga Nasional (PON).
Keluarga menyebutkan, selama mengabdikan diri sebagai atlet, Benson berhasil mempersembahkan sedikitnya 29 medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu untuk Kalimantan Tengah dan Indonesia. Raihan tersebut menjadikannya salah satu atlet paling berprestasi dalam sejarah olahraga Kalimantan Tengah.
“Beliau selalu bangga membawa nama Kalimantan Tengah. Prestasi yang diraih bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk daerah dan bangsa,” ungkap salah satu anggota keluarga di rumah duka.
Kepergian Benson meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta insan olahraga di Kalimantan Tengah. Namun, semangat juang dan dedikasinya dalam dunia olahraga diyakini akan terus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya.
Dengan sederet prestasi yang telah ditorehkan, nama Benson akan tetap dikenang sebagai legenda dayung Kalimantan Tengah yang telah mengangkat nama Indonesia di berbagai ajang olahraga dunia.













