PALANGKA RAYA – Inflasi Kalimantan Tengah pada Mei 2026 tercatat mengalami kenaikan, dengan komoditas beras dan ikan nila menjadi penyumbang utama tekanan harga di daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,56 persen, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di empat kabupaten/kota, inflasi juga tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dan 2,15 persen secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d). IHK meningkat dari 107,45 pada Mei 2025 menjadi 112,35 pada Mei 2026.
“Sementara secara m-to-m di provinsi ini mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, dan y-to-d inflasi 2,15 persen,” ujar Maria Wahyu Utami saat menyampaikan perkembangan inflasi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Selasa (2/6).
Menurut BPS, kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan kenaikan 6,90 persen serta memberikan andil inflasi sebesar 2,69 persen. Selain itu, kelompok transportasi, perawatan pribadi, perumahan, serta penyediaan makanan dan minuman juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga.
Komoditas yang paling dominan memicu inflasi tahunan antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, solar, bahan bakar rumah tangga, hingga berbagai jenis ikan konsumsi lainnya.
“Untuk komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 di provinsi ini di antaranya beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, sigaret kretek mesin, ikan gabus, angkutan udara, cabai rawit, dan solar,” kata Maria.
Secara bulanan, beras juga menjadi penyumbang terbesar inflasi bersama solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan angkutan udara. Sementara beberapa komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan bawang merah tercatat menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pangan masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi Kalimantan Tengah. Stabilitas pasokan dan distribusi komoditas strategis, khususnya beras dan ikan air tawar, dinilai menjadi kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada bulan-bulan mendatang.












