Sampit – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan penyelidikan intensif terkait kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang pria di kawasan Jalan Sarpatim Km 21, Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Korban diketahui bernama M. Noryasin (33), warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Jasad korban ditemukan di area perkebunan kelapa sawit pada Rabu (3/6/2026) sore dan langsung dievakuasi oleh aparat kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Mentaya Hulu bersama tim penyidik bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi juga menelusuri berbagai petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.
Salah satu sumber yang mengetahui perkembangan kasus tersebut menyebutkan bahwa penyidik masih mendalami seluruh kemungkinan terkait penyebab kematian korban.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa ini,” ujar sumber kepolisian.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa kematian korban diduga tidak wajar dan mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Namun, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke Sampit untuk menjalani visum dan pemeriksaan lebih mendalam. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap kronologi kejadian secara lebih jelas.
“Penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Semua kemungkinan masih didalami,” kata sumber tersebut.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat Kecamatan Mentaya Hulu karena lokasi penemuan jasad berada di kawasan perkebunan yang cukup jauh dari permukiman warga. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban sebelum ditemukan meninggal agar segera melapor kepada pihak berwenang.
Hingga kini, penyidik masih memburu pelaku dan terus mengembangkan penyelidikan. Kepolisian berharap dukungan masyarakat dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus pembunuhan di Desa Tangar sehingga pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.













