Jakarta — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan soliditas antara aparat, buruh, dan pengusaha menjadi faktor penentu masuknya investasi ke Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN di Tangerang, Selasa (14/4), di tengah tekanan global yang memengaruhi stabilitas ekonomi.

“Perlu diciptakan iklim investasi yang kondusif. Karena itu, pengusaha dan buruh harus bersinergi,” ujar Sigit.
Menurut Kapolri, investor menilai stabilitas tidak hanya dari keamanan, tetapi juga dari hubungan industrial. Konflik buruh yang tidak terkendali dinilai berpotensi menghambat arus modal.
“Kita harus tunjukkan bahwa sengketa industrial bisa diselesaikan dengan baik dan profesional,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga situasi tetap kondusif menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei. Polri, kata dia, akan menjamin kebebasan berpendapat, namun tetap dalam koridor ketertiban.
“Mari rayakan May Day dengan aman dan tertib, serta tunjukkan bahwa buruh dan pengusaha Indonesia kompak,” ujarnya.
Kapolri menegaskan, soliditas nasional menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.






