GUNUNG MAS – Di tengah gempuran era digital dan banjir informasi, ancaman terbesar generasi muda bukan lagi kurang akses, tapi minim kemampuan memilah informasi. Menjawab tantangan itu, Festival Literasi Harati digelar di Kuala Kurun, Kalimantan Tengah.
Pemerintah daerah menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata membentuk generasi unggul dan kritis.
“Literasi sekarang bukan hanya membaca dan menulis, tapi kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan mengolah pengetahuan,” tegas Sekda Gunung Mas, Richard.
Bukan Sekadar Festival, Ini “Perang” Melawan Hoaks
Festival yang diikuti sekitar 100 pelajar SMA ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus peringatan: generasi muda harus siap menghadapi era informasi liar.
Literasi kini bukan lagi soal buku, tapi soal bertahan di tengah derasnya hoaks, disinformasi, dan manipulasi digital.
“Ini harus jadi ruang interaksi dan kolaborasi, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegas Richard.
Tema Besar: Siapkan Generasi Siap Tempur di Masa Depan
Mengusung tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”, festival ini membawa pesan kuat:
masa depan ditentukan oleh kemampuan berpikir, bukan sekadar akses informasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunung Mas, Maria Efianti, menegaskan bahwa literasi menjadi senjata utama untuk menghadapi kompleksitas zaman.
“Literasi penting untuk menangkal hoaks dan mendorong generasi muda lebih kritis dan kreatif,” ujarnya.
Perpustakaan Bukan Lagi Tempat Sepi
Festival ini juga menegaskan perubahan peran perpustakaan.
Bukan lagi sekadar tempat membaca, tapi pusat kolaborasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Gunung Mas ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi yang:
- Kritis terhadap informasi
- Kreatif dalam berkarya
- Siap bersaing di era digital
Pesan Keras: Jangan Jadi Penonton di Era Digital
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengingatkan, generasi muda tidak boleh hanya jadi pengguna teknologi, tapi harus menjadi pencipta dan penggerak perubahan.
Festival Literasi Harati menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga soal kualitas manusia.
Literasi = Masa Depan
Jika literasi kuat, generasi muda akan siap menghadapi dunia.
Jika lemah, mereka hanya akan jadi korban arus informasi.
Lewati ke konten





