Kuala Kurun – Perum Bulog melalui Gudang Kuala Kurun terus menyerap hasil panen jagung pipil petani di Kabupaten Gunung Mas sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan jaminan pasar bagi petani lokal.
Sejak Januari hingga pertengahan April 2026, Bulog telah menyerap sebanyak 2.360 kilogram jagung pipil dari petani setempat.

Kepala Gudang Bulog Kuala Kurun, Sukamto, menegaskan penyerapan akan terus dilakukan sepanjang petani mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Penyerapan masih terus berjalan. Petani dapat langsung mengantarkan hasil panen ke gudang untuk diproses,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap hasil panen yang masuk akan melalui tahapan verifikasi, mulai dari dokumentasi, penimbangan, hingga penerbitan surat jalan sebelum dilaporkan ke Bulog Palangka Raya untuk proses pembayaran.
“Nantinya pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening petani,” katanya.
Selain melalui Gudang Kuala Kurun, petani juga memiliki opsi mengirim hasil panen langsung ke Bulog di Palangka Raya, terutama bagi wilayah yang aksesnya lebih dekat.
Penyerapan ini mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.400 per kilogram untuk jagung pipil kering, dengan standar kadar air maksimal 14 persen.
Pada tahun sebelumnya, Bulog tercatat telah menyerap 9.934 kilogram jagung pipil dari petani Gunung Mas, menunjukkan tren peningkatan peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan pemasaran hasil pertanian.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produksi jagung di daerah.
Dengan skema penyerapan yang terbuka dan berkelanjutan, Bulog diharapkan menjadi penyangga utama hasil panen petani, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di Kalimantan Tengah.






