Muara Teweh – Ancaman longsor di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, memasuki fase kritis. Tower telekomunikasi di lokasi tersebut kini berada di ambang risiko ambruk akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, langsung mengeluarkan instruksi penanganan darurat kepada Dinas PUPR dan instansi terkait untuk mencegah dampak lebih luas.

“Penanganan harus segera dilakukan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan infrastruktur vital,” ujar Kepala Diskominfosandi Barito Utara, Mochamad Ikhsan.
Data lapangan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Retakan tanah terus melebar, dengan jarak longsoran hanya sekitar 5 meter dari pondasi tower dan 15 meter dari badan jalan nasional.
Jika tidak segera ditangani, potensi runtuhnya tower bukan hanya mengganggu jaringan telekomunikasi, tetapi juga mengancam pengguna jalan di jalur strategis Muara Teweh–Banjarmasin.
“Risikonya tinggi. Kami sudah minta operator segera mengambil langkah teknis untuk mengamankan tower,” tegas Ikhsan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini melakukan pemantauan intensif, sembari menyiapkan langkah mitigasi lanjutan. Kondisi diperkirakan bisa memburuk jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut.
Pemkab Barito Utara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area rawan, terutama saat cuaca ekstrem.
Situasi ini menempatkan penanganan cepat sebagai kunci, sebelum ancaman berubah menjadi bencana nyata.






