PALANGKA RAYA – Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dan Dex Solar kembali melanda Kota Palangka Raya. Fenomena ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di berbagai titik kota, mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan konfirmasi dari berbagai sumber, kelangkaan ini terjadi secara merata di beberapa titik SPBU. Pengunjung terpaksa harus mengantre cukup lama bahkan hingga berputar putar mencari lokasi yang masih memiliki stok.

Situasi yang terlihat di lapangan cukup memprihatinkan. Ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, kendaraan dinas, hingga truk dan alat berat, terpaksa harus mengantre berjejer panjang demi mendapatkan pasokan bahan bakar.
Beberapa SPBU bahkan terpaksa membatasi pembelian atau menutup layanan sementara waktu karena stok yang sudah menipis atau habis. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada BBM jenis ini untuk kelancaran operasional dan mobilitas sehari-hari.
“Sudah beberapa hari ini solar susah dicari. Antreannya panjang sekali, kadang sudah antre lama eh malah habis. Sangat mengganggu sekali, apalagi kami yang butuh untuk operasional kerja,” keluh salah satu pengemudi yang enggan disebutkan namanya.
Kelangkaan BBM jenis Solar dan Dex Solar ini tidak hanya menyulitkan masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menghambat roda ekonomi. Banyak pelaku usaha, pengusaha transportasi, hingga sektor perkebunan dan pertambangan yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar ini.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, serta terganggunya distribusi logistik di wilayah Kalimantan Tengah.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan tegas dari pihak terkait, baik dari Pertamina selaku penyalur maupun instansi pemerintah yang membidangi, untuk segera menormalkan kembali pasokan BBM di wilayah ini.
Diperlukan pengecekan mendalam mengenai distribusi dan ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan yang berulang dan meresahkan publik. Kehadiran BBM yang stabil adalah hak masyarakat dan syarat mutlak kelancaran pembangunan serta aktivitas ekonomi daerah. (Redaksi)




