Yanto Eko Saputra Serukan Jaga Adat Budaya Dayak di Hari Lahir Pancasila : Tradisi Leluhur Jangan Sampai Hilang

oleh

Palangka Raya – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjaga keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Indonesia. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, nilai-nilai budaya lokal dinilai harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas bangsa.

Direktur Utama Jurnalkalteng, Yanto Eko Saputra, menegaskan bahwa semangat Pancasila tidak hanya diwujudkan melalui simbol dan upacara seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga adat istiadat serta tradisi yang diwariskan para leluhur.

banner 336x280

Menurutnya, masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda di Kalimantan, memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan budaya adat Dayak yang selama ini menjadi bagian penting dari sejarah dan jati diri daerah.

“Pancasila mengajarkan persatuan dalam keberagaman. Karena itu, adat budaya dan tradisi leluhur harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujar Yanto Eko Saputra dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang dimiliki Indonesia.

Yanto menilai nilai-nilai yang terkandung dalam budaya adat Dayak memiliki keselarasan dengan Pancasila, terutama dalam aspek gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Menurutnya, tradisi leluhur bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran bagi generasi masa depan. Karena itu, berbagai kegiatan budaya, ritual adat, seni tradisional, hingga penggunaan bahasa daerah perlu terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, siapa lagi? Tradisi leluhur adalah identitas yang tidak bisa digantikan oleh apa pun,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat rasa cinta tanah air melalui pelestarian budaya lokal. Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama.

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni sendiri menjadi pengingat akan lahirnya dasar negara Indonesia yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Tahun 2026, pemerintah kembali menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional dan menggelar berbagai rangkaian kegiatan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Bagi Yanto Eko Saputra, menjaga adat budaya Dayak dan tradisi leluhur merupakan salah satu bentuk implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tetap menghormati akar budaya, masyarakat dinilai dapat menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.