PALANGKA RAYA – Sorotan terhadap kondisi dan tata kelola Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya kembali mengemuka. Sejumlah pihak meminta pembenahan menyeluruh agar fungsi pemasyarakatan berjalan lebih optimal, baik dari sisi pelayanan, pembinaan warga binaan, maupun pengawasan internal.
Permintaan tersebut muncul sebagai bentuk evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi lembaga pemasyarakatan, mulai dari kapasitas hunian, kualitas pembinaan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan keluarga warga binaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Lapas Palangka Raya menghadapi berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah konkret agar lembaga pemasyarakatan mampu menjalankan fungsi pembinaan secara maksimal.
Salah satu narasumber menegaskan bahwa pembenahan tidak hanya menyangkut sarana dan prasarana, tetapi juga tata kelola serta kualitas pelayanan.
“Lapas Palangka Raya harus terus berbenah agar pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan semakin baik.”
Menurutnya, peningkatan kualitas pengawasan dan pembinaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan produktif.
Selain itu, pembinaan keterampilan bagi warga binaan juga perlu diperkuat agar mereka memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Program pembinaan yang efektif dinilai dapat menekan angka pelanggaran serta meningkatkan peluang reintegrasi sosial.
Pengamat pemasyarakatan menilai reformasi di lingkungan lapas harus dilakukan secara berkelanjutan. Transparansi pelayanan, penguatan integritas petugas, serta peningkatan fasilitas menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian.
“Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada fasilitas fisik tetapi juga sistem kerja dan kualitas sumber daya manusia.”
Langkah pembenahan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, dan berorientasi pada pembinaan.
Di sisi lain, masyarakat berharap berbagai evaluasi yang disampaikan dapat menjadi masukan bagi pengelola lapas untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik.
Dorongan agar Lapas Palangka Raya berbenah menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kualitas layanan pemasyarakatan. Dengan pembenahan yang konsisten, lapas diharapkan mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal sekaligus memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada masyarakat.












