Sebelumnya, Nely dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke Sungai Kahayan pada Sabtu (30/5/2026) malam. Kejadian itu membuat tim SAR gabungan bersama warga melakukan pencarian hingga larut malam karena korban tidak kunjung ditemukan.
Namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa Nely ternyata masih hidup dan berhasil menyelamatkan diri. Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menjelaskan bahwa korban memang sempat terjun ke sungai, tetapi memiliki kemampuan berenang sehingga mampu bertahan dari derasnya arus Sungai Kahayan.

“Jadi memang betul yang bersangkutan terjun ke sungai. Namun orangnya bisa berenang,” kata Ahmad Reza.
Menurut informasi yang diperoleh pihak kelurahan, setelah masuk ke sungai, Nely berenang menjauhi lokasi awal hingga mencapai kawasan Ponton Ujung. Di lokasi tersebut, ia menemukan lanting atau jamban milik warga yang kemudian digunakan untuk beristirahat dan bermalam.
Peristiwa ini sempat membuat keluarga dan warga sekitar khawatir karena korban sebelumnya dinyatakan hilang dan diduga terseret arus sungai. Tim SAR gabungan bahkan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik bantaran Sungai Kahayan guna mencari keberadaan korban.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat setelah berenang sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian,” ujar pihak yang menangani proses pencarian.
Setelah ditemukan, Nely kemudian dibawa dan dipertemukan dengan keluarga serta pihak terkait untuk memastikan kondisinya. Situasi tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang sebelumnya melibatkan berbagai unsur relawan dan tim penyelamat.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Palangka Raya karena sempat memunculkan dugaan korban tenggelam di Sungai Kahayan. Beruntung, kemampuan berenang yang dimiliki Nely membuatnya mampu bertahan hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.












