Kelurahan Siaga TBC Perkuat Deteksi Kasus

oleh
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini pembentukan Kelurahan Siaga TBC

Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC. Program ini difokuskan pada penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien selama masa pengobatan, serta edukasi kepada masyarakat guna memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Pada tahap awal, program Kelurahan Siaga TBC diterapkan di empat wilayah, yakni Kelurahan Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, dan Menteng. Pembentukan program tersebut ditandai dengan kegiatan yang digelar di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (10/6).

banner 336x280

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional.

Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di empat kelurahan. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan program yang telah disusun,” ujarnya.

Menurut Zaini, Kelurahan Siaga TBC memiliki tiga tugas utama, yaitu menemukan kasus secara aktif di lingkungan masyarakat, mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan, serta memberikan edukasi guna menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Ia menilai semakin banyak kasus yang ditemukan justru menunjukkan proses deteksi dini berjalan lebih efektif.

“Semakin banyak kasus ditemukan, semakin baik. Sebab, jika tidak ditemukan maka tidak bisa diobati dan berpotensi terus menularkan kepada orang lain,” katanya.

Selain itu, Zaini menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan lintas sektor, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat di tingkat kelurahan.

banner 1200x630

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka kasus dan memutus rantai penularan TBC. Oleh karena itu, penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, namun membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 2025 ditemukan 1.101 kasus TBC di Kota Palangka Raya. Tingginya angka temuan tersebut dinilai mencerminkan semakin optimalnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan.

Melalui program Kelurahan Siaga TBC, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini, pengobatan yang tuntas, dan pencegahan penularan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat eliminasi TBC sekaligus memutus rantai penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *