Kapuas– Operasi pencarian seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas akhirnya berakhir duka. Setelah dilakukan pencarian selama lima hari oleh tim gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang.
Penemuan korban membawa kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat yang selama beberapa hari terakhir terus berharap bocah tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Tim SAR bersama relawan, aparat kepolisian, TNI, serta warga setempat sebelumnya melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai untuk mencari keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran menggunakan perahu karet dan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
“Setelah lima hari pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke daratan,” ujarnya.
Menurut keterangan tim SAR, kondisi arus sungai yang cukup kuat menjadi salah satu tantangan utama selama proses pencarian. Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan.

Sejak hari pertama pencarian, keluarga korban terus menunggu perkembangan di lokasi kejadian. Warga sekitar juga ikut membantu dengan memberikan informasi dan mendukung proses pencarian yang dilakukan tim gabungan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, relawan, TNI, Polri, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan,” kata salah satu petugas di lokasi.
Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti lokasi penemuan ketika keluarga menerima kabar bahwa korban telah ditemukan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Selain itu, kewaspadaan terhadap kondisi arus dan cuaca juga perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Meski berakhir duka, keberhasilan tim gabungan menemukan korban memberikan kepastian bagi keluarga yang selama lima hari menanti kabar keberadaan anak tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






