Empat Rumah Warga Katingan Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

oleh
Empat rumah warga di Desa Kampung Melayu, Katingan, hangus terbakar diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, kerugian capai ratusan juta.

Katingan– Musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Katingan. Sebanyak empat rumah warga di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai, hangus dilalap api pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Kebakaran rumah di Katingan itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Franoto (36), yang saat itu sedang berjalan pagi bersama anaknya menuju arah hulu kampung. Saat melintas, ia melihat kepulan asap hitam disertai kobaran api yang berasal dari salah satu rumah warga.

Menyadari situasi tersebut, Franoto segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Dalam waktu singkat, masyarakat berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Katingan melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Yoshua Paskaputra, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik.

Benar, kami menerima laporan adanya kebakaran yang menghanguskan empat bangunan rumah warga di Kecamatan Mendawai. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, kebakaran diduga diakibatkan oleh korsleting arus pendek listrik,” ujar Yoshua.

Selain warga, proses penanganan kebakaran juga melibatkan personel Koramil, Polsek Mendawai, Regu Siaga Api, hingga tim dari PT RMU. Seluruh unsur bergotong royong memadamkan api dan mencegah kobaran menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Karena sebagian besar rumah di kawasan tersebut berbahan dasar kayu, api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan pendataan petugas, empat rumah yang terbakar masing-masing merupakan milik Ahmad Ariansyah, Muhammad Syahrizal, Nolli, dan Yetrimie.

Meski tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat seluruh bangunan beserta sebagian harta benda tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil pendataan, rumah korban yang terbakar milik Ahmad Ariansyah, Muhammad Syahrizal, Nolli, dan Yetrimie,” ungkap Yoshua.

Petugas juga masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap nilai kerugian yang dialami para korban.

Yoshua menjelaskan, personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Katingan tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung karena lokasi kejadian berada di luar jangkauan pos pemadam terdekat.

Menurutnya, hingga kini Desa Kampung Melayu belum memiliki Pos Pemadam Kebakaran, sementara akses menuju lokasi cukup jauh dari Pos Damkar Pegatan di Kecamatan Katingan Kuala.

Hingga saat ini belum tersedia Pos Pemadam Kebakaran di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai. Selain itu, akses dan jarak tempuh menuju lokasi berada di luar jangkauan pos Damkar terdekat kami, yaitu Pos Pemadam Kebakaran Pegatan di Kecamatan Katingan Kuala,” jelasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem mitigasi kebakaran, termasuk penyediaan pos pemadam di wilayah yang masih sulit dijangkau. Masyarakat juga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.