Tugu Soekarno, Jejak Lahirnya Semangat Kota Cantik

oleh
Jelajahi sejarah Tugu Soekarno Palangka Raya, monumen yang menjadi saksi lahirnya Kota Cantik dan simbol semangat pembangunan Kalimantan Tengah
Palangka Raya – Menjelang senja, langkah-langkah pelan warga mulai memenuhi kawasan Tugu Soekarno di jantung Kota Palangka Raya. Sebagian duduk di bangku taman, sebagian lagi mengabadikan foto dengan latar monumen yang menjulang tegak. Bagi sebagian orang, tempat ini mungkin sekadar ruang terbuka. Namun bagi Kota Cantik, tugu itu adalah penanda sebuah mimpi besar yang pernah ditanamkan di tanah Kalimantan.

Di balik lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kota modern, Tugu Soekarno berdiri sebagai saksi bisu ketika Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, meletakkan tiang pancang pembangunan Palangka Raya pada pertengahan Juli 1957. Dari titik itulah perjalanan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah dimulai, membawa harapan akan pemerataan pembangunan hingga ke pedalaman Nusantara.

Tugu Soekarno bukan sekadar monumen penghormatan kepada sang Proklamator. Monumen ini menyimpan filosofi yang dirancang dengan penuh makna. Angka 17 merepresentasikan semangat Proklamasi Kemerdekaan, bentuk segi lima melambangkan Pancasila, sementara api di puncak tugu menjadi simbol semangat perjuangan yang tak pernah padam.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, menegaskan bahwa monumen tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar bangunan bersejarah.

Monumen Ir. Soekarno tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga pengingat akan perjuangan, pemikiran, dan semangat nasionalisme Bung Karno yang perlu diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Tak heran jika kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Kota Palangka Raya, sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi masyarakat maupun pelajar.

Kini, Tugu Soekarno tak hanya menjadi latar swafoto. Banyak sekolah memanfaatkannya sebagai ruang belajar sejarah di luar kelas. Wisatawan pun datang untuk memahami mengapa Palangka Raya pernah dipandang sebagai kota strategis dalam gagasan pembangunan nasional Bung Karno.

Dalam publikasi Disparbudpora Kota Palangka Raya disebutkan bahwa monumen tersebut merupakan simbol lahirnya semangat membangun Kota Cantik, sekaligus pengingat akan cita-cita besar menjadikan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan Indonesia.

Bagi banyak warga, keberadaan tugu ini menghadirkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Di sana, sejarah terasa lebih dekat—bukan hanya dibaca dari buku, tetapi dilihat, disentuh, dan dirasakan melalui sebuah monumen yang tetap berdiri kokoh di tengah perubahan zaman.

Palangka Raya terus berkembang dengan wajah baru. Gedung-gedung bertambah, jalan semakin ramai, dan teknologi mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan. Namun, Tugu Soekarno mengingatkan bahwa kemajuan selalu memiliki titik awal.

Monumen itu bukan sekadar peninggalan masa lalu. Ia menjadi penanda bahwa sebuah kota lahir dari gagasan, keberanian, dan optimisme. Ketika generasi muda melintasi kawasan tersebut hari ini, pertanyaannya mungkin bukan lagi siapa yang membangun tugu itu, melainkan bagaimana semangat yang melahirkannya dapat terus hidup di tengah Kota Cantik yang terus bertumbuh.

banner 336x280

Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.