Katingan – Proyek pemeliharaan berkala drainase di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, menuai keluhan dari warga. Pekerjaan yang menelan anggaran sekitar Rp5,8 miliar itu dinilai berjalan lambat hingga menyebabkan akses menuju rumah warga terputus dan aktivitas usaha di sekitar lokasi ikut terdampak.
Keluhan tersebut muncul sekitar sepekan setelah dimulainya proyek yang sebelumnya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Katingan. Warga berharap pembangunan infrastruktur yang bertujuan memperbaiki sistem drainase itu tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.
Salah seorang warga berinisial R mengungkapkan bahwa dampak paling terasa adalah terputusnya akses dari rumah menuju badan Jalan Soekarno Hatta akibat galian drainase. Menurutnya, hingga kini belum tersedia jembatan sementara yang dapat digunakan warga untuk keluar masuk permukiman.
“Sepanjang Jalan Soekarno Hatta akses dari rumah warga ke jalan utama terputus. Tidak terlihat upaya pemerintah membangun jembatan sementara dari papan kayu untuk menghubungkan rumah warga dengan badan jalan,” ujar R.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga menjadi tidak nyaman. Tidak hanya mobilitas masyarakat yang terganggu, pelaku usaha kecil di sepanjang lokasi proyek juga merasakan dampak ekonomi akibat sulitnya pelanggan mengakses tempat usaha mereka.
R mengaku warung sembako yang dikelolanya praktis kehilangan pelanggan sejak pekerjaan drainase berlangsung. Ia berharap pelaksana proyek segera mengambil langkah agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.
“Usaha kami jadi tidak bisa berjalan. Orang mau masuk susah karena pekerjaan ini belum selesai-selesai,” katanya.
Dalam laporan lanjutan, warga juga menyoroti kinerja penyedia jasa proyek yang dinilai belum mampu mempercepat progres pekerjaan. Mereka berharap kontraktor segera menyediakan akses sementara agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan selama proyek berlangsung.
“Vendor tidak menjalankan pekerjaan dengan baik. Pekerjaannya lambat sehingga usaha warga terganggu. Warung sembako bahkan ada yang berhenti beroperasi,” ujar R.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), proyek tersebut merupakan paket Pemeliharaan Berkala Siring Drainase Jalan Soekarno Hatta yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Katingan. Paket itu memiliki pagu anggaran sekitar Rp5,8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Katingan Tahun Anggaran 2026, dengan jadwal pelaksanaan kontrak mulai April hingga Desember 2026.
Sementara itu, berdasarkan data pengadaan pemerintah daerah, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Tiga Putera Bersaudara melalui metode E-Purchasing dan hingga kini masih berstatus “On Process”.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Katingan maupun pihak pelaksana proyek terkait keluhan warga. Media sumber juga menyatakan masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan proyek tersebut sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
Eksplorasi konten lain dari Jurnalkalteng
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






