PALANGKA RAYA – Pelayanan kesehatan di wilayah pinggiran Kota Palangka Raya kembali dipertanyakan. Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, dilaporkan tanpa tenaga medis, membuat warga harus menempuh perjalanan hingga satu jam hanya untuk berobat.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari DPRD Kota Palangka Raya. Anggota Komisi III, Jati Asmoro, menyebut situasi tersebut sebagai alarm serius kegagalan pemerataan layanan kesehatan.
“Ini bukan sekadar kekurangan tenaga medis, ini darurat. Bagaimana mungkin fasilitas kesehatan ada, tapi tidak ada petugasnya?” tegas Jati.
Ia mengungkapkan, kekosongan tenaga medis terjadi setelah mutasi, namun hingga kini belum ada pengganti. Akibatnya, Pustu yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan justru tidak berfungsi.
“Sekarang tidak ada tenaga medis yang berjaga. Warga terpaksa ke Tangkiling atau ke pusat kota, dengan waktu tempuh sekitar satu jam,” ujarnya.
Situasi ini dinilai sangat membebani masyarakat, terutama bagi warga yang hanya membutuhkan layanan dasar seperti pemeriksaan ringan.
“Bayangkan, hanya sakit demam atau flu, warga harus keluar kampung, menempuh jarak jauh. Ini jelas tidak adil,” katanya.
Jati menilai, persoalan ini mencerminkan ketimpangan nyata antara wilayah pusat kota dan daerah pinggiran. Ia menegaskan, pemerintah kota tidak boleh terus membiarkan masyarakat di Rakumpit berada dalam kondisi layanan yang minim.
“Jangan sampai masyarakat di wilayah terpencil terus jadi korban. Ini hak dasar mereka yang harus dipenuhi,” ucapnya.
DPRD pun mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret, termasuk menempatkan tenaga medis secara darurat atau melakukan sistem rotasi dari fasilitas kesehatan terdekat.
“Tidak bisa ditunda. Pemerintah harus hadir. Kalau fasilitas sudah ada, pastikan juga ada tenaga medisnya. Jangan setengah-setengah,” tegasnya.
Ia memastikan DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi nyata di lapangan.
“Ini bukan sekadar aspirasi, ini soal nyawa dan hak masyarakat. Kami tidak akan diam,” pungkasnya.
Lewati ke konten





