Gubernur Kalteng Dorong Catur Masuk Pembelajaran, Siapkan Pilot Project di Sekolah

oleh
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong integrasi permainan catur ke dalam sistem pembelajaran di sekolah sebagai upaya membentuk karakter dan kemampuan berpikir strategis generasi muda.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong integrasi permainan catur ke dalam sistem pembelajaran di sekolah sebagai upaya membentuk karakter dan kemampuan berpikir strategis generasi muda.

Gagasan tersebut dinilai bukan sekadar inovasi pendidikan, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan non-konvensional. Catur dianggap memiliki nilai edukatif tinggi, terutama dalam melatih analisis, konsentrasi, dan pengambilan keputusan.

Naufal Nabila Motor1

“Catur membuat pemain berpikir beberapa langkah ke depan sebelum mengambil keputusan,” kata Agustiar dalam keterangannya, menegaskan pentingnya pola pikir strategis dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana mulai menerapkan program tersebut pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Langkah ini sekaligus membuka peluang Kalteng menjadi daerah percontohan nasional dalam pengembangan edukasi berbasis catur.

Dinas Pendidikan Kalteng menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan program tersebut, baik dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler maupun integrasi dalam kurikulum.

banner 336x280

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyebut catur tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter.

“Catur mengajarkan critical thinking dan kebiasaan mempertimbangkan risiko sebelum bertindak,” ujarnya.

banner 336x280

Sejumlah negara telah lebih dahulu mengadopsi catur sebagai bagian dari sistem pendidikan formal. Program ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa, termasuk daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan pemecahan masalah.

Pendekatan serupa menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Kalteng dalam merancang implementasi kebijakan tersebut agar efektif dan berkelanjutan.

Melalui program ini, pemerintah daerah menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pola pikir analitis, disiplin, dan visioner.

Selain itu, integrasi catur di sekolah juga diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter.

banner 336x280